BERPOSE. Mahasiswa peserta PPMT di Tonalan beserta dosen pembimbing dan warga berpose bersama. (foto: istimewa)
Siedoo.com - BERPOSE. Mahasiswa peserta PPMT di Tonalan beserta dosen pembimbing dan warga berpose bersama. (foto: istimewa)
Kegiatan Pendidikan

PPMT UNIMMA di Tonalan Srumbung Berdayakan Kelompok Wanita Tani

MAGELANG, siedoo.com – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) melalui program Pengabdian pada Masyarakat Terpadu (PPMT) angkatan ke VI mengabdi di Dusun Tonalan, Desa Bringin, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah yang dimulai 28 September 2020 lalu.

Mereka adalah mahasiswa Prodi Teknik Industri yaitu Riffanda Pandu Nugraha, Nurul Alifah, Nur Faizun, dan dari Prodi Teknik Informatika yaitu Muhamad Miftachul Akhyar, serta dari Prodi Manajemen yaitu Arfinna Meiliana. Dalam pelaksanaan KKN PPMT tersebut kelima mahasiswa dibimbing Dosen Pendamping M. Imron Rosyidi, ST.,M.Si.

Tema yang diangkat dalam PPMT ini “Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk Meningkatkan Sosial Ekonomi Keluarga”.

Imron Rosyidi yang sekaligus ketua PPMT angkatan ke VI di Dusun Tonalan mengatakan tujuan pelaksanaan PPMT untuk pengembangan Pengabdian kepada Masyarakkat (PKM).

“Hal ini dalam rangka, pertama meningkatkan kualitas SDM di UNIMMA, agar supaya civitas akademika UNIMMA memiliki kompetensi terutama dalam bidang PKM,” tandasnya.

Kedua, lanjutnya, meningkatkan kegiatan PKM sebagai bagian dari pengembangan ilmu pengetahuan yang dibina oleh LPPM UNIMMA, program studi, dan lintas program studi atau lintas disiplin ilmu.

“Yang ketiga, yaitu meningkatkan mutu PKM secara berkelanjutan melalui program PKM unggulan dengan mekanisme yang mengacu pada kebutuhan masyarakat. Keempat, meningkatkan publikasi hasil PkM dosen dalam jurnal internasional maupun jurnal nasional,” bebernya.

Dijelaskannya PPMT di Dusun Tonalan dilaksanakan dengan dua program. Yaitu, pemberdayaan ibu-ibu rumah tangga anggota KWT untuk meningkatan ekonomi keluarga melalui usaha pengolahan hasil pertanian yang tersedia.

“Sebagai potesi lokal menjadi produk pangan  termasuk metode pengemasannya dan pelatihan promosi hasil produk mereka melalui media sosial agar lebih mudah dikenal konsumen,” tandasnya.

Program PPMT di Dusun Tonalan diharapkan mampu mendorong KWT dalam memanfaatkan potensi hasil pertanian yang tersedia menjadi produk-produk yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Sehingga, memberikan peningkatan sosial ekonomi bagi rumah tangga mereka dan warga.

Baca Juga :  Kelola Sampah Secara Modern Bernilai Ekonomi, Dosen IT Telkom Purwokerto Hadirkan PickyTrash, Bagaimana Teknisnya?

“Dan yang paling penting mereka mampu mempromosikan hasil-hasil produk mereka melalui media sosial agar lebih cepat dikenal oleh konsumen. Kegiatan PPMT sebagai upaya memberikan pemahaman entrepreneurship dan ketrampilan bagi KWT untuk berwirausaha,” tandasnya. (unimma/siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?