UIN. Wisudawan Terbaik UIN Walisongo Siti Rohmah (kanan). (foto: kemenag)
Siedoo.com - UIN. Wisudawan Terbaik UIN Walisongo Siti Rohmah (kanan). (foto: kemenag)
Pendidikan Tokoh

Jurnalis Siti Rohmah Menjadi Wisudawan Terbaik UIN Walisongo, Angkat Soal Cloning Journalism

SEMARANG, siedoo.com – Seorang jurnalis, Siti Rohmah menjadi wisudawan terbaik dalam wisuda yang digelar Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, baru-baru ini.

Wisudawan dari Magister (S2) Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Walisongo Semarang ini lulus dengan yudisium Cumlaude, IPK 3.87.

Sesuai profesinya, dia menulis tesis tentang “Cloning Journalism dalam Pandangan Wartawan Muslim Kota Semarang”.

Dia menjelaskan, aktivitas saling bertukar sumber berita sesama wartawan maupun menerima press release dari instansi, bukan sebuah pelanggaran kode etik jurnalistik (KEJ) tentang profesionalitas wartawan.

Cloning journalism atau aktivitas tukar-menukar sumber berita bukan semua pelanggan KEJ, asalkan wartawan yang melakukan kloning mematuhi aturan yang berlaku. Namun, sayangnya masih banyak yang abai tentang peraturan mengelola press release maupun tahapan verifikasi data,” tandasnya dilansir dari laman resmi Kemenag, Sabtu (11/2/2023).

Ia berharap, nantinya ada peraturan yang mengatur tentang aktivitas cloning journalism. Sehingga, wartawan memiliki panduan yang jelas dan tidak merugikan wartawan lain.

“Meskipun cloning journalism diperbolehkan dengan beberapa catatan, saya berharap ada peraturan resmi yang mengatur aktivitas cloning journalism sehingga tidak merugikan wartawan lain dan tidak memunculkan masalah di kemudian hari,” ucap Rohmah.

Lulus sebagai wisudawan S1 terbaik Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo, Juni 2021, Rohmah melanjutkan Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam.

Dia selesaikan studi S2 nya dalam rentang satu tahun tiga bulan 19 hari. Meski kuliah sambil bekerja sebagai jurnalis, Rohmah bisa lulus dengan cepat. Bahkan Rohmah juga menjadi salah satu wartawan yang paling aktif di media tempatnya bekerja.

“Salah satu impian saya adalah menjadi wartawan, tetapi saya juga ingin menjadi dosen. Ketika ada kesempatan untuk bisa melanjutkan kuliah karena menjadi wisudawan terbaik dan menjadi wartawan maka saya memilih keduanya dan berusaha tidak ada yang terabaikan,” ucapnya.

Baca Juga :  Bertubuh Mungil, Zaenal Tak Minder, `Dedengkot` UKM Penghafal Alquran

“Motivasi saya yaitu karena keluarga dan para dosen yang membantu saya hingga saat ini, juga dorongan dari diri sendiri yang kuat untuk segera menyelasaikan studi,” sambungnya.

Selama menjadi mahasiswa S1 program studi komunikasi dan penyiaran Islam, Rohmah merupakan penerima beasiswa prestasi dan beasiswa Bank Indonesia selamat dua periode.

“Bagi saya, kuliah dengan beasiswa merupakan sebuah pencapaian. Hal itu menjadikan saya untuk selalu semangat dan memberikan usaha sebaik mungkin,” katanya.

Sejumlah prestasi pernah diraih Rohmah, yaitu juara 2 lomba karya tulis ilmiah Al-Qur’an tingkat Jawa Tengah, penulis buku motivasi, penulis novel dan pengelola jurnal Pascasarjana UIN Walisongo Semarang. (kemenag/siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?