CIKAL. Pendidikan di Sekolah Cikal. (foto: ist)
Opini

4 Cara Belajar yang Tepat Bagi Anak dengan Speech Delay di Sekolah Inklusi

Siedoo, Anak-anak dengan Speech Delay tentunya memiliki kebutuhan yang berbeda, termasuk dalam kebutuhan pembelajaran di sekolah. Bagi anak-anak dengan Speech Delay bersekolah di sekolah inklusi merupakan jawaban yang tepat karena dapat mengakomodasi kebutuhan belajarnya.

Sebagai sekolah Inklusi, Sekolah Cikal melalui Pendidikan Inklusinya mengakomodasi anak-anak dengan Speech Delay dengan 4 cara belajar untuk memenuhi kebutuhan belajarnya sebagai berikut.

Pertama, Cara Pemberian Instruksi

Dalam proses pemberian instruksi orang tua apabila mendampingi belajar anak dalam proses belajar daring dari rumah. Orang tua dapat menggunakan bahasa sederhana dan artikulasi yang jelas. Beri waktu juga bagi anak untuk memproses instruksi yang diterima hingga menunjukkan respon yang diharapkan.

Kedua, Pembelajaran Berbasis Kontekstual

Dalam pemberian tugas dan materi di Sekolah Cikal sebagai sekolah Inklusi, pembelajaran berbasis kontekstual sehingga apabila proses belajar daring atau campuran terlaksana, orang tua dan anak dapat melakukan refleksi bersama.

Pemberian tugas dan materi belajar baiknya yang terkait dengan kehidupan sehari-hari. Orang tua dan anak dapat me-review dan merefleksikan kembali aktivitas yang telah dilakukan, berikan kesempatan pada anak untuk menirukan kembali kata yang orang tua sebutkan.

Ketiga, Pengaturan Belajar (Akomodasi Belajar)

Cara belajar anak dengan speech delay di Pendidikan Inklusi Cikal dipersiapkan dengan pengaturan ruang belajar dan kelompok belajar.

Pengaturan ruang belajar yang nyaman dan minim gangguan. Agar anak lebih fokus dalam mendengarkan dan memperhatikan. Dalam pelaksanaannya yang diterapkan di Pendidikan Inklusi Cikal, mencakup akomodasi belajar dan modifikasi kurikulum.

Akomodasi belajar; dalam pemberian instruksi dalam pelaksanaannya pada murid yang masih terbatas kemampuan bahasa ekspresifnya dapat dibantu melalui media visual/gambar untuk membantu murid mengkomunikasikan keinginannya.

Keempat, Kehadiran Aktivitas Stimulasi Anak

Cara belajar yang keempat adalah dengan melakukan pelatihan bahasa ekspresif dalam melakukan stimulasi oral bagi anak.

Orang tua juga dapat melatih bahasa ekspresif anak dengan aktivitas yang menstimulasi oral motor, seperti bermain meniup gelembung balon, meniup peluit.

Bahwa pada anak yang kemampuan bahasa ekspresifnya belum berkembang dan bahasa reseptif juga masih terbatas, murid terkadang memang akan hadapi kesulitan untuk menyampaikan keinginannya.

Dalam hadapi kesulitan tersebut, bisa saja murid akan merasa kesal dan tantrum karena belum bisa menyampaikan keinginannya. Untuk mengatasi hambatan tersebut, Guru membantu dan melatih murid untuk berkomunikasi melalui media visual dan melatih ke bentuk percakapan sederhana sehari-hari. Dilatih bagaimana menjawab pertanyaan sederhana dan cara menyampaikan keinginannya.

Sebagai bagian dari support system anak, Pendidikan Inklusi Cikal hadir sebagai sekolah inklusi yang mendukung dan mengoptimalkan tumbuh kembang anak, termasuk anak dengan speech delay dengan cara dan pendekatan belajar yang memenuhi kebutuhan belajarnya.

Mengajar anak dengan speech delay tidak hanya fokus pada aspek komunikasi, banyak aspek lain yang harus kita perhatikan seperti perkembangan secara fisik, kematangan sensori, dan memperhatikan gangguan/hambatan yang anak miliki. (*)

*)Penulis

Muthia Devita

Program Manager Pendidikan Inklusi Cikal

Apa Tanggapan Anda ?