ADV

GenBI Korkom Semarang Selenggarakan Training Public Speaking Sebagai Ajang Optimalisasi Komunikasi di Era Digital

SEMARANG – Sekelompok pemuda yang terkumpul dalam komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI) Korkom Semarang selenggarakan Training Public Speaking. Hal ini sebagai salah satu ajang dalam meningkatkan kemampuan berkomunikasi di era digital, Minggu (20/3/2022).

Kegiatan yang diselenggarakan via Zoom Meetings ini dihadiri sekitar 150 peserta yang terdiri dari GenBI se-Indonesia dan masyarakat secara umum. Selain itu, acara yang bertemakan “Steps to Improve Your Public Speaking” ini juga menghadirkan dua narasumber yang sangat luar biasa dalam bidang public speaking. Yaitu, Handri Ayu Diah (Public Speaker) dan Imam Syafi’I (GenBI Terprofesional 2021).

Fariha Husna Zahra selaku Ketua GenBI Korkom Semarang menyampaikan terkait pentingnya public speaking dalam setiap individu. Tidak hanya itu, ia juga menyampaikan bahwa kemampuan berbicara di depan umum juga harus dimiliki oleh seluruh anggota GenBI.

“Public speaking pada dasarnya merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh semua orang. Untuk itu, dengan adanya pelatihan public speaking ini diharapkan mampu mengupgrade kapasitas teman-teman GenBI dalam berbicara di depan umum,” tutur Fariha.

Evita Yulianti selaku Pembina GenBI Korkom Semarang juga menyampaikan terkait pentingnya public speaking dalam kehidupan bermasyarakat. Selain sebagai indikator dalam mengoptimalkan komunikasi di era digital, kemampuan public speaking yang baik juga mampu menjadi media dalam memberikan kontribusi kepada masyarakat.

“Dengan diadakannya pelatihan public speaking, harapannya mampu mengoptimalkan skill komunikasi anak muda di era digital yang kemudian akan memberikan dampak positif dalam berkontribusi terhadap masyarakat Indonesia” ujar Evita.

Acara yang dinahkodai oleh Budi Novia (MC) dan Evi Nur Jannah (Moderator) ini berlangsung mulai dari pukul 09.00 sampai pukul 14.30 WIB.

Handri Ayu Diah sebagai  narasumber pertama menyampaikan terkait pentingnya public speaking dalam kehidupan sosial masyarakat. Ia juga mengatakan bahwa pada dasarnya public speaking adalah bentuk komunikasi yang mana pembicara menghadapi pendengar dalam jumlah yang relatif besar dan pembicaraan yang relatif kontinu.

Disampaikan tentang manfaat public speaking bagi kehidupan anak muda. “Publik speaking penting bagi anak muda. Hal tersebutlah yang kemudian akan membedakan atau meningkatlan value kita dengan orang lain,” kata Handri.

Diskusi dua arah antara narasumber dan peserta menjadikan diskusi tersebut terlihat komunikatif. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya peserta yang antusias dalam menyampaikan gagasannya, baik secara langsung maupun melalui pesan di kolom chat.

Sebagai stimulus bagi peserta dalam berproses, perempuan yang pernah menjadi Duta Wisata Kabupaten Magelang ini menyampaikan bahwa segala sesuatu bisa menjadi sempurna ketika adanya proses berlatih. Ia juga mengatakan bahwa kekayaan bukan hanya tentang uang, tetapi kekayaan juga bisa tentang pengalaman.

Untuk itu, seorang pemuda harus bisa membaca peluang yang ada di hadapannya.

Tidak kalah menarik dari narasumber pertama, Imam Syafi’i selaku narasumber kedua juga menyajikan diskusi yang membuat peserta semakin antusias. Sedikit berbeda dengan materi pertama, materi yang disampaikan oleh Imam Syafi’i berkaitan dengan bagaimana menjadi MC dan moderator terkhusus untuk acara yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia dan atau GenBI.

Menurutnya, terdapat tiga hal penting dalam menjadi MC dan moderator, yaitu penampilan (55%), suara (38%), dan pesan (7%). Tidak hanya itu, pria yang pernah menjadi GenBI Terprofesional 2021 ini juga menyampaikan tips-tips dalam berkomunikasi terkhusus ketika menjadi MC dan moderator.

Pada acara ini peserta tidak hanya mendapatkan ilmu yang bermanfaat saja, melainkan juga doorprize menarik dari pihak panitia maupun narasumber yang mampu bermanfaat untuk peserta kedepannya. (siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?