VAKSIN. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyelenggarakan vaksinasi lanjutan (booster) untuk pegawai dengan target 1.500 dosis per hari. (foto: kemendikbud)
Nasional

Ini Dua Syarat Wajib Bisa Mendapatkan Vaksin Booster dari Kemendikbudristek

JAKARTA – Ada target 1.500 dosis per hari vaksinasi lanjutan (booster) untuk pegawai. Vaksinasi tersebut digelar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Vaksinasi ini berlangsung selama lima hari, 25 sampai 29 Januari 2022.

Dua syarat wajib yang harus dipenuhi pegawai untuk mendapatkan vaksinasi lanjutan ini yaitu telah memiliki tiket vaksinasi ketiga di aplikasi PeduliLindungi serta telah melewati enam bulan dari vaksinasi dosis kedua.

Anggota Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (Seknas SPAB), Jamjam Muzaki, mengatakan panitia telah mengatur jadwal pelaksanaan vaksinasi yang dibagi menjadi dua tempat dan dalam dua gelombang waktu.

“Kami membagi menjadi dua tempat. Pertama di Gedung A (Plaza Insan Berprestasi) dan kedua di Gedung D Kemendikbudristek sebagai upaya mengatasi kerumunan. Kemudian membagi menjadi dua shift. Shift pagi-siang pukul 8.30 WIB s-12.00 WIB dan  shift siang-sore pukul 13.00 WIB s.d. 16.00 WIB,” ujarnya saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di Plaza Insan Berprestasi Kemendikbudristek, Jakarta.

Pada vaksinasi hari pertama, pelaksanaan vaksinasi di Plaza Insan Berprestasi dijadwalkan untuk pegawai di tujuh biro pada Sekretariat Jenderal. Kemudian vaksinasi di Gedung D diperuntukkan bagi pegawai Ditjen Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dikti Ristek) dan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat).

Jamjam mengatakan, Kemendikbudristek bekerja sama dengan fasilitas kesehatan dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta sebagai penyedia vaksin, yaitu Puskesmas Kecamatan Tanah Abang. Kemudian tenaga kesehatan seperti dokter dan perawat, serta tim administrasi, berasal dari internal Kemendikbudristek dengan bantuan empat orang dari kampus.

“Jadi seluruhnya berasal dari Kemendikbudristek,” katanya melansir dari kemendikbud.

Ia menambahkan, vaksinasi lanjutan yang diselenggarakan untuk pegawai Kemendikbudristek sudah sesuai dengan standar yang ditentukan, antara lain peserta vaksinasi wajib menaati protokol kesehatan yang berlaku, seperti menggunakan masker medis serta menjaga jarak antarpeserta. Peserta juga harus memastikan bahwa tubuh dalam kondisi prima sebelum menerima vaksinasi booster.

“Terkait dosis vaksin, kami menggunakan setengah dosis sesuai yang dipersyaratkan. Vaksin yang digunakan merupakan vaksin Pfizer. Selama observasi berlangsung belum ada keluhan dari peserta,” tuturnya.

Salah satu tenaga kesehatan dari Poliklinik Sekretariat Jenderal, Dokter Sarah, mengungkapkan betapa pentingnya vaksinasi ketiga Covid-19.

“Penting untuk meningkatkan sistem kekebalan imun kita pada virus Covid sendiri. Jadi awal-awal kita kan vaksinasi yang pertama dan setelah yang kedua sudah enam bulan itu imunnya akan turun. Makanya perlu diadakan booster,” ujarnya.

Menurutnya, hari pertama pelaksanaan vaksinasi lanjutan di kantor Kemendikbudristek berjalan dengan lancar.

Alhamdulillah lancar sih, ya. Tadi saya tugas di Gedung D dan tidak ada hambatan yang bermakna. Mungkin ada beberapa pasien yang harus ditunda karena memang waktunya belum enam bulan (dari jadwal vaksinasi kedua).  Kalau pasien saya pribadi sih, yang hipertensi juga udah turun, jadi sudah bisa semua,” tutur Dokter Sarah.

Salah satu pegawai yang divaksinasi di hari pertama, Septian, mengapresiasi pelaksanaan vaksinasi yang berlangsung dengan baik. Menurutnya, secara keseluruhan dari mulai pendaftaran, screening, sampai penyuntikan sangat lancar, teratur, tertib dan tidak memakan waktu lama sehingga pegawai dapat melanjutkan pekerjaan seperti biasa.

“Kami juga di beri waktu buat observasi selama 15 menit, jika nanti ada efek samping yang dirasakan bisa langsung melapor kepada petugas medisnya,” katanya. Ia berharap semoga ke depannya semua pegawai Kemendikbudristek bisa terhindar dari virus Covid-19. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?