Daerah

Ciptakan Generasi Muda Cinta Alquran

ASAHAN - Anak - anak didorong untuk terus menumbuhkan kecintaannya terhadap agama Islam. Salah satu caranya dengan menggelar lomba seperti adzan, hafalan, mewarnai kaligrafi. Untuk merealisasikan itu, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) menggelar sebuah kegiatan pengabdian Festival Anak Ngaji Masjid Nurul Islam di Desa Aek Loba Afdeling 1, Kecamatan Aek Kuasan, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

Kegiatan yang mereka adakan berfokus terhadap pengembangan generasi muslim di Desa Aek Loba, yakni Festival Anak Ngaji Masjid Nurul Islam. Acara dibuka langsung Kepala Desa dan BKM Nurul Islam. Adapun tema yang diusung oleh panitia yaitu “Menciptakan Generasi Muda Berjiwa Qur’ani.”

"Festival Anak Ngaji untuk menciptakan generasi muda cinta Alquran. Acara ini merupakan salah satu kegiatan pengabdian kami sebagai mahasiswa UINSU yang berupa festival dan diikuti oleh adik-adik anak ngaji di Masjid Nurul Islam," urainya.

Mahasiswa berharap dengan diadakannya acara ini semakin bertambah rasa cinta adik-adik terhadap Alquran. Sehingga, menciptakan anak-anak yang akan menjadi seorang remaja yang berjuang untuk negara dengan jiwa yang Qur’ani.

"Sehingga adik-adik kita ini selalu mengutamakan Alquran sebagai pedoman hidup," jelasnya.

Festival Anak Ngaji ini diikuti 55 peserta dengan kategori lomba yaitu adzan, hafalan surah pendek tingkat Iqra dan Alquran, serta lomba mewarnai kaligrafi.

Tukimin, perwakilan BKM Nurul Islam mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada mahasiswa KKN-DR 101 karena telah mengadakan Festival Anak Ngaji. Ucapan terima kasih ditujukan kepada seluruh mahasiswa KKN-DR yang telah mengadakan festival ini untuk anak-anak Masjid Nurul Islam.

"Semoga anak-anak yang mengikuti lomba bisa mengaplikasikan bakatnya di lingkungan masyarakat. Semoga kelak ada yang menjadi mu'adzin, dan juga menjadi imam besar," katanya.

Baca Juga :  15 Tahun Klintan Mengabdi, Ini yang Dilakukan Mahasiswa Unpad

Selain itu ia juga mengatakan, bahwa anak-anak ngaji yang ikut serta dalam perlombaan bukan semata- mata mengejar juara. Melainkan agar bisa semakin menumbuhkan rasa cinta terhadap Alquran.

"Untuk yang menang nanti jangan berbangga diri, dan untuk yang kalah jangan bersedih hati," ujarnya.

Kegiatan Festival Anak Ngaji ini merupakan wujud kepedulian mahasiswa KKN-DR 101 sebagai agen of change sekaligus kontribusi terhadap kemajuan anak-anak dalam pengembangan agama. Semua mahasiswa KKN-DR 101 UINSU berharap kemampuan anak-anak di bidang keagamaan bisa lebih terasah lagi dan anak-anak juga bisa mengembangkan bakatnya lebih baik lagi. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?