Daerah

Guru Ngaji dan Kerelaannya Berkurban

BUKIT KEMUNING - Guru ngaji di wilayah Bukit Kemuning, Lampung Utara, Lampung mendapat perhatian saat pelaksanaan Hari Raya Idul Adha kali ini. Terdapat 2 ekor sapi yang merupakan hadiah hewan kurban dari amanah donatur, komunitas PP (Profit Protocol), kepada para guru ngaji di wilayah Bukit Kemuning. Yaitu 7 guru ngaji per ekor sapi di Masjid Al Majid dan 7 guru ngaji per ekor sapi di PBM (Pusat Belajar Mengaji) Cahaya Negeri.

Guru Ngaji tersebut menjadi pekurban sekaligus penerima manfaat program THK 2021 Dompet Dhuafa. Salah satunya Ustaz Reski Muhammad Fikri (19), sosok guru ngaji di PBM Cahaya Negeri itu mengaku, bahwa Idul Adha 1442 H ini menjadi pertama kalinya berkurban selama hidupnya.

"Sayapun tidak pernah menyangka bahwa namanya akan tertulis sebagai salah satu pekurban kali ini," jelasnya.

Tidak hanya hadiah hewan kurban amanah Profit Protocol untuk wilayah Bukit Kemuning, Lampung Utara. Namun komunitas serupa lain, sebut saja KAYA, MM, BOSS, QM, KSJ, PPQ, MOST, bersama THK 2021 Dompet Dhuafa turut mendistribusikan 50 ekor sapi hadiah hewan kurban kepada Guru Ngaji di wilayah Indonesia lainnya. Tersebar antara lain ke Lombok, Bima, Sumbawa, dan Dompu, Nusa Tenggara Barat; Bantaeng, Sulawesi Selatan; Kendari, Sulawesi Tenggara; hingga Halmahera, Maluku Utara.

“Karena alasan ekonomi, saya belum punya tabungan cukup untuk berkurban. Jadi masih gak percaya kalau saya hari ini kurban. Terima kasih banyak PP dan Dompet Dhuafa, semoga jadi menginspirasi saya untuk semangat berkurban dikesempatan berikutnya,” ungkap Ustaz Reski, pengajar Iqra anak-anak siswa PBM itu.

Saat perayaan Hari Raya Idul Adha itu, gema takbir sorai Hari Raya Idul Adha 1442 H berkumandang, berbondong-bondong jemaah mulai berdatangan menuju Masjid Al Majid. Hari Raya Idul Adha kali ini bak momen yang dinanti dan bersejarah bagi masyarakat sekitar Jalan Baturaja (Lintas Sumatera), Bukit Kemuning, Lampung Utara.

Baca Juga :  Mantan Birokrat, Jadi Ketua Dewan Pendidikan Kota Magelang

Untuk pertama kalinya, pelaksanaan shalat Ied sekaligus Lebaran Kurban di Masjid berbasis wakaf tersebut digelar, setelah resmi berdiri sejak April 2021 lalu. Setelah melaksanakan shalat Ied, di halaman belakang Masjid, telah terlihat kehadiran 6 ekor doka (domba/kambing) dan 5 ekor sapi yang siap untuk dikurbankan.

Tepat pukul 08.30 WIB, Didi Jumianto, Sekretaris Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Majid, mengomandoi gotong royong warga tanda penyembelihan hewan kurban siap dimulai. Sedangkan di PBM (Pusat Belajar Mengaji) Cahaya Negeri, juga siap dengan 5 ekor doka dan 1 ekor sapi.

Kemudian hasil potongan daging-daging kurban itu dikemas dalam sebuah wadah besek bambu, untuk mengurangi penggunaan plastik. Menjelang waktu dzuhur, daging-daging kurban segera didistribusikan kepada sebanyak 415 Kepala Keluarga (KK) masyarakat sekitar Masjid Al Majid dan 100 KK sekitar PBM Cahaya Negeri.

“Jika kemarin baru saja kita gelar pelaksanaan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri pertama di Masjid Al Majid, kini luar biasa, kita sama-sama rayakan Idul Adha disini," ujar Didi Jumianto.

Suasana ditambah dengan adanya Tebar Hewan Kurban di masjid, banyak warga sekitar Masjid Al Majid dapat menikmati daging kurban di tahun ini. Karena memang sebelumnya, walau ada yang berkurban, belum kebagian semua.

“Yang terpenting, dengan hadirnya Masjid Al Majid, semua warga ikut kebagian berkahnya,” tambah Didi. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?