Nasional

Lomba Sastra Bali, Menebar Karya di Tengah Pandemi

BALI - Yayasan Puri Kauhan Ubud Bali meluncurkan Lomba Sastra Bali. Agenda bertajuk “SASTRA SARASWATI SEWANA, PAMARISUDDHA GERING AGUNG,” ini diluncurkan secara virtual pada Jumat (28/05/2021) melalui tayangan langsung di media sosial @purikauhanubud.

Rektor UHN IGB Sugriwa Prof IGN Sugriwa menyatakan bahwa sastra di Bali menjadi landasan agama dan budaya di Bali. Oleh karena itu sangat tepat, lomba sastra digelar sebagai salah satu cara melestarikan sastra.

"Hal ini agar generasi muda Bali tidak kehilangan jejak dan identitas dirinya,” kata Prof Sugriwa.

Untuk diketahui, di saat pandemi tidak boleh menghentikan kreativitas masyarakat dalam bersastra. Justru di masa pandemi, akan memiliki momen untuk melihat kembali apa yang tengah terjadi.

Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyampaikan bahwa semangat lomba ini sangat menarik karena tidak hanya menyuguhkan kompetisi. Tapi juga menghadirkan workshop serta pengajar yang kompeten.

"Sehingga dapat terus menginspirasi masyarakat untuk berkarya secara kreatif,” kata Sandiaga.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga merefleksikan pengalaman masa lalu kolektif masyarakat Bali yang ketika kecil akrab dengan dongeng dan satwa. Pesan moral dari dongeng tersebut umumnya menjadi pendidikan karakter ketika anak-anak tumbuh dewasa.

“Sehingga saya mengapresiasi perlombaan ini sekaligus berharap bahwa Sastra Bali dapat terus tumbuh dan menjadi pelajaran inspirasi bagi anak-anak kita,” kata Bintang.

Sementara itu, Dr. AAGN Ari Dwipayana, Pendiri Yayasan Puri Kauhan Ubud sekaligus Koordinator Staf Khusus Presiden Republik Indonesia, berkesempatan meluncurkan Lomba Sastra Bali. Peluncuran dihadiri oleh beragam tokoh masyarakat.

Diantaranya Menteri Sekretariat Negara Prof. Pratikno, Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga, Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan, Rektor UHN IGB Sugriwa Prof IGN Sugriwa, dan pejabat eselon lainnya.

Baca Juga :  Mahasiswa Perlu Diajari Mata Kuliah Literasi Berbasis Teknologi

“Harapannya melalui lomba ini, kita mendorong akademisi dan penggiat sastra Bali untuk kembali berkarya,” ungkap Ari dalam keterangan tertulis yang diterima Siedoo.

Ari mengatakan bahwa pandemi atau gering agung tidak boleh menghentikan kreativitas masyarakat dalam bersastra. Justru di masa pandemi, kata dia, masyarakat luas akan memiliki momen untuk “mulat sarira” melihat kembali apa yang tengah terjadi.

“Justru di masa pandemi ini, kita akan memiliki momen untuk mulat sarira. Melihat kembali apa yang tengah terjadi,” kata Ari.

Oleh karena itu, kegiatan ini bertajuk Sastra Saraswati Sewana, Pamarisuddha Gering Agung. Kreasi karya sastra yang dilombakan, antara lain sastra Bali klasik berupa geguritan, kidung, kakawin, dan satua.

“Selain sastra Bali klasik, juga dilombakan sastra modern yakni cerpen dan puisi berbahasa Bali,” sebutnya.

Semua karya sastra yang dilombakan harus karya otentik dengan mengambil tema Gering Agung atau Pandemi Covid-19. Nantinya, Ajang kreasi ini bukan semata-mata perlombaan, tetapi akan didahului dengan serangkaian workshop (sastra Bali klasik dan sastra Bali modern) bagi peserta dengan pengajar yang kompeten, diantaranya Dewa Windhu Sancaya, Gunayasa, Mas Ruscitadewi dan sebagainya.

Pengiriman karya dilakukan pada 14 Juni-1 Agustus 2021, dan penyerahan hadiah akan dilakukan pada 28 Agustus 2021. Dewan juri akan memilih 30 karya terbaik, dalam 6 kategori untuk mendapatkan hadiah dana apresiasi dan piagam penghargaan. Masing-masing bisa mendapatkan hadiah hingga Rp 5 juta.

“Para peserta yang berminat agar segera mendaftar melalui website purikauhanubud.org,” jelas Ari. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?