Daerah

Fatma, Siswa Berprestasi yang Belajar di Ruang Mini

TOLI-TOLI - Bangunan Madrasah Ibtidayah (MI) Darul Ihsan Kampung Bangir, Dampal Selatan, Toli-toli, Sulawesi Tengah jauh dari kata megah. Struktur ruang kelas disusun dari kayu-kayu olahan. Atap yang dipasang masih menggunakan seng dengan kombinasi kerangka kayu. Dindingnya tidak rapat, masih ada sela-sela lubang untuk keluar masuk angin.

Namun demikian, semangat para siswa belajar di situ patut diacungi jempol. Mereka masih rutin mengikuti kegiatan belajar mengajar yang diberikan oleh para guru. Di tengah keterbatasan pun para anak didiknya mampu menorehkan prestasi yang gemilang.

“Kelas saya kalau terik jadi panas, kalau hujan air masuk. Dan kalau berangin itu masuk aroma tidak sedap dari sana (kandang ternak) yang dekat dengan sekolah,” kata Fatma (11 tahun), salah satu siswa.

Ia merasakan betul seperti apa suasananya ketika proses kegiatan belajar mengajar berlangsung. Namun hal itu tidak memupus siswa untuk terus berprestasi.

Ia nampak masih antusias mengikuti jalannya kegiatan belajar mengajar. Walau tak bisa dipungkiri, hawa panas cukup membuat dirinya kurang nyaman.

Seperti siswa lain, Fatma juga memfungsikan buku buku tulisnya sebagai kipas penghalau hawa panas. Sembari salah satu Guru Sarini menjelaskan bagaimana benda padat menjadi benda cair, Fatma dengan serius memperhatikan.

Isu tentang lahirnya anak-anak cerdas di MI Darul Ihsan bukan sembarang datang begitu saja. Fatma adalah sosok percontohan dari kasus tersebut. Untuk anak seusianya, Fatma sudah mahir berbicara di depan publik.

Kosakata yang kaya, dan tutur kata yang sopan. Sangat mudah mengenali bahwa ia adalah anak yang cerdas, sekalipun sifat polos kekanakannya tidak hilang.

Rupanya memang Fatwa adalah juara lomba ceramah di sekolah. Prestasi bagus untuk anak di usianya.

Baca Juga :  Guru Bakal Dirotasi Sesering Mungkin, Ini Alasannya

“Fatma ini juara lomba ceramah Pak, memang pandai dia berbicara di depan orang banyak,” begitu salah satu Guru Sarini mendeskripsikan anak didiknya tersebut.

Sementara itu, Fatma hanya satu dari puluhan siswa brilian yang ada di Madrasah tersebut. Memang sangat disayangkan, bila menengok kondisi kelas mereka belajar.

Selayaknya, mereka pantas mendapat ruang belajar yang lebih nyaman. Walau dengan kondisi kelas yang kurang memadai, Fatma tak berhenti untuk belajar. Bahkan satu persatu prestasi masih ia bisa dapatkan dengan kondisi tersebut.

Kondisi MI Darul Ihsan dan situasi belajar meski dengan serba keterbatasan, tidak mengurangi minat dan antusias para siswa. | foto : Dok Dompet Dhuafa

Mungkin dengan kondisi kelas di MI Darul Ihsan, Fatma dan teman-temannya tidak merasa keberatan. Namun dalam hati kecil, akan sangat menyenangkan bila bisa merasakan kelas baru yang lebih nyaman.

Bila prestasi bisa siswa dapatkan dengan kondisi kelas yang terbatas, tentu potensi mereka akan lebih baik dengan fasilitas belajar yang lebih layak.

“Senang sekali saya kalau dibangun kelas baru, tidak panas lagi, air tidak masuk lagi kalau hujan,” ucap Fatma polos. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?