ADV Tokoh

Rauuf, Mahasiswa Berkualitas Internasional dari Untidar

Siedoo, Membaca daftar riwayat hidup (curriculum vitae) milik Muhammad Rauuf Oktavian Nur, hampir sama seperti membaca sebuah cerita: panjang. Kebanyakan orang, daftar riwayat hidup hanya selembar dua lembar saja. Tapi milik Rauuf, empat halaman penuh!

Mahasiswa tingkat tiga Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar ini, memang kaya akan pengalaman dan prestasi. Baik di dalam, maupun di luar negeri.

Kalau dihitung, pengalaman dan prestasi mahasiswa kelahiran 14 Oktober itu bisa mencapai puluhan, malah mungkin hampir mendekati angka 100. Mulai dari pengalaman berorganisasi, prestasi yang ia miliki, pengalaman menjadi pembicara pelatihan dan seminar, pengalaman mengikuti perkuliahan di universitas asing. Serta pengalaman menulis karya ilmiah dan publikasi lainnya.

Dari deretan pengalaman itu, sebagian dilakukan dan ditulis Rauuf menggunakan Bahasa Inggris. Tentu saja, Bahasa Inggris yang sesuai standar dan kaidahnya, bukan model pasaran.

Di antara pengalaman terbaru Rauuf yaitu mengikuti International Model United Nation di India, akhir tahun lalu. Event yang diadakan oleh PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) ini semacam konferensi yang diikuti oleh para pemuda dari berbagai negara. Dalam kegiatan tersebut, Rauuf dinobatkan sebagai The Best Delegate of UNICEF, alias Delegasi Terbaik UNICEF.

Pada saat yang hampir bersamaan, Rauuf dan beberapa mahasiswa Universitas Tidar lainnya, terpilih menjadi peserta Program Transfer Kredit Internasional, di Pangasinan State University Filipina. Program perkuliahan di luar negeri ini diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Pengalaman-pengalaman mengikuti kegiatan berskala internasional itu, tentu tidak akan bisa diikuti oleh pelajar atau mahasiswa, tanpa penguasaan Bahasa Inggris yang baik. Karena itulah, Rauuf berbagi resep untuk siapapun, yang ingin mahir menggunakan bahasa internasional ini.

Baca Juga :  Orientasi Mahasiswa Baru Untidar Tanpa Pendidikan Militer

"Cari teman yang mau diajak belajar bareng, dan rutin," ungkap Rauuf, yang juga pernah menjadi Pemimpin Umum Lembaga Pers Mahasiswa "Mata".

Menurut Rauuf, fungsi partner dalam belajar Bahasa Inggris sangatlah penting. Praktik bareng, rutin, pasti jadi semangat dan lebih cepat paham. Selain teman belajar, pemanfaatan alat bantu atau media juga akan berguna.

"Pakai audio atau audio visual, misalnya," terang Rauuf.

Bahasa Inggris yang dipelajari, kata dia, perlu disesuaikan dengan tingkat kemahiran atau tingkat pendidikan yang bersangkutan. Pemula, lanjutan, atau TK, SD, SMP dan seterusnya. Akan tetapi, Rauuf mengingatkan, di balik semua cara belajar tadi, ada satu hal yang harus dimiliki, yaitu keberanian.

"Jangan takut praktik, jangan malu mencoba," pesan Rauuf. (*)

Apa Tanggapan Anda ?