ADV Teknologi

Yuk, Jelajahi Perpustakaan Untidar Pakai SLiMS dan iUntidar

MAGELANG - Ketinggalan jaman kalau hari ini kita masih menganggap perpustakaan itu identik dengan sebuah gedung yang berisi deretan atau tumpukan buku. Karena saat ini, perpustakaan modern telah menjelma menjadi suatu sistem aplikasi berbasis web. Pemustaka, sebutan untuk pengunjung perpustakaan, bisa mengakses buku dan bahan bacaan lainnya, darimana saja dan kapanpun mereka mau.

Modernisasi perpustakaan ini pula yang kemudian disambut oleh Universitas Tidar (Untidar) Magelang, Jawa Tengah. Sejak statusnya berubah menjadi perguruan tinggi negeri pada 2014 lalu, Untidar pun langsung berbenah. Termasuk, dalam hal digitalisasi perpustakaan.

"Kami luncurkan iUntidar tahun 2018," kata Dicki Agus Nugroho, pustakawan Untidar, Rabu (20/1/2021).

Dicki adalah peraih sejumlah penghargaan di ajang lomba pustakawan, baik di tingkat Kota Magelang hingga Provinsi Jawa Tengah. Aplikasi iUntidar, jelas Dicki, dikembangkan melalui kerjasama dengan sebuah perusahaan yang berbasis di Sleman, Yogyakarta. Sampai saat ini, sudah ada ratusan e-Book yang dapat diakses melalui aplikasi tersebut. "Bisa diunduh di Playstore," tuturnya.

Selain iUntidar, buku-buku koleksi perpustakaan Untidar juga bisa dijelajahi melalui SLiMS (Senayan Library Management System). Ini merupakan sistem berbasis web yang dikembangkan oleh Perpustakaan Kementerian Pendidikan Nasional pada 2007 silam. Perpustakaan Untidar sendiri mulai menerapkan SLiMS pada 2014.

"Tapi masih LAN (local area network) saat itu. Bisa digunakan di dalam gedung perpustakaan," lanjut Dicki. Baru di tahun 2018, SLiMS perpustakaan Untidar telah terkoneksi secara online (daring).

Namun, sebagaimana diakui oleh Dicki, ada beberapa kekurangan yang masih terus dibenahi sampai hari ini. Misalnya, sesekali masih muncul double data terkait judul buku, atau gangguan-gangguan akibat pemadaman listrik.

Kedepannya, kata Dicki, pihaknya akan berupaya mengintegrasikan aplikasi iUntidar dengan SLiMS, dan juga website resminya, lib.untidar.ac.id.

"Kami ingin para pemustaka bisa lebih nyaman menjelajahi berbagai koleksi perpustakaan Untidar," kata Dicki, mengakhiri percakapan. (Siedoo)
Apa Tanggapan Anda ?