Advertorial Inovasi

Melalui Produksi Jamu Herbal, Untidar Raih Program Kemenristek/BRIN

MAGELANG - Pandemi Covid-19 hingga detik ini masih menjadi ada di sekitar kita. Bencana nasional non alam ini telah berdampak pada seluruh sektor dan hampir melumpuhkan sendi perekonomian. Banyak usaha mengalami gulung tikar di masa pandemi Covid-19 ini. Salah satu yang sangat terdampak adalah sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Pada masa ini UKM/UMKM sangat merasakan dampak yang luar biasa. Mulai bahan baku yang tergantung sektor lain, proses produksi yang tergantung kesehatan pekerja, harga bahan pokok yang tidak stabil, hingga penjualan yang turun drastis.

Meskipun dengan keterbatasan yang ada namun potensi yang dimiliki sangat besar. Bukti nyatanya adalah UKM KBJ Jamu Herbal yang dimiliki owner muda yaitu Chairul Syihab. UKM KBJ Jamu Herbal sudah mulai memasarkan hasil gilingan jamunya di marketplace Bukalapak dengan website www.bukalapak.com/kbjjamuherbal.

Menurut Chairul, meskipun sempat menurun daya belinya akibat ekonomi yang melemah, namun di tengah situasi tersebut animo pembeli mulai meningkat. Seiring dengan semangat masyarakat untuk melawan Covid-19. Yaitu dengan meningkatkan imunitas tubuh seperti yang dipromosikan Presiden Joko Widodo.

“Animo yang meningkat ini membuat KBJ Jamu Herbal mengalami kesulitan di produksi, pengemasan, pemasaran, maupun pengiriman,” terang Chairul.

Kemudian ada program menarik dari Kementerian Riset dan Teknologi/BRIN, dengan tema “Pemberdayaan Masyarakat Skema UKM Indonesia Bangkit”. Dari ribuan proposal pendanaan Kementerian ini terpilih 27 besar proposal dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Salah satu kontestan yang terpilih adalah Universitas Tidar (Untidar).

Tim Untidar peraih program Kemenristek/BRIN “Pemberdayaan Masyarakat Skema UKM Indonesia Bangkit”. (foto: Narwan Siedoo)

Tim dari Universitas Tidar ini diketuai oleh Achmad Rafi’ud Darajat, M.Eng, Johan Pamungkas, M.T., Hery Teguh Setiawan, M.Eng., Fuad Hilmy., MT. Tim Untidar bersama 12 mahasiswa mengusung tema “Pengembangan Usaha Jamu Herbal untuk Meningkatkan Imunitas Tubuh Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19”. Lokasi Binaan di Desa Somorejo, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo.

Program yang diangkat tim Untidar juga sesuai dengan kebutuhan Indonesia, di tengah kondisi vaksin yang belum ada kepastian. Maka hal paling realistis adalah meningkatkan imunitas. Peningkatan imunitas yang ditawarkan sesuai dengan kondisi mitra yaitu KBJ Jamu Herbal.

Pendampingan yang dilakukan adalah pembuatan alat mesin giling canggih dengan teknologi autonomy green energy memanfaatkan tenaga surya. Kemudian pemberdayaan dengan penyuluhan petani herbal di Desa Somorejo, Bagelen, Purworejo. Juga pelatihan pemberdayaan UKM, serta Desain Packaging yang menarik dan ramah lingkungan.

Salah satu kegiatan penyuluhan yang telah dilakukan digelar pada Ahad (29/11/2020) dengan pemateri dari Dinas Pertanian Ibu Purwati, S.T.P. dan dosen Untidar. Penyuluhan dihadiri perwakilan dari Pemerintah Desa setempat dan beberapa warga binaan untuk pengembangan UKM ini.

Dalam kesempatan itu, dilakukan juga demo pelatihan penggunaan alat tersebut. Kepala Desa Somorejo, Supangat berharap dengan adanya pendampingan ini, UKM di Purworejo bangkit dari keterpurukan di masa pandemi Covid-19.

“Imunitas kuat, ekonomi bangkit,” katanya bersemangat. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?