STUNTING. Tim PKM Untidar Gandeng Kelurahan Kramat Selatan Kota Magelang dalam memberantas stunting. (foto: ist)
Advertorial Kegiatan

Berantas Stunting Balita, Tim PKM Untidar Gandeng Kelurahan Kramat Selatan

MAGELANG – Tim dari Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Tidar (Untidar), Ika Sukmawati, M. Pd dan Karunia Galih Permadani, M. Sc bersama mahasiswa melaksanakan pengabdian masyarakat di Kelurahan Kramat Selatan, Kota Magelang, sejak Maret hingga September 2020. Kegiatan ini dikoordinatori dari Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, LPPM-PMP Universitas Tidar, Nurhadi, S.T., M.T.

Kegiatan yang mengusung“Tren Menu Sehat Seimbang: Edukasi Masyarakat Kelurahan Kramat Selatan Magelang Sebagai Upaya Mencegah Stunting Balita” dilaksanakan melalui skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai DIPA Universitas Tidar Tahun 2020.

Kesempatan ini melibatkan ibu-ibu, khususnya RT 1 RW 8. Melalui koordinasi dengan Ketua PKK RT 1 Ny Imam Sugiono, tim telah menyelesaikan pembuatan Booklet “Variasi Menu Sehat Seimbang sebagai Upaya Mencegah Stunting Balita”.

Hasilnya didistribusikan ke seluruh anggota. Penyusunan Booklet juga melibatkan ahli gizi yang berpengalaman dalam sejumlah riset gizi berskala nasional, yaitu Winda Susanti, S. Gz.

“Booklet ini memuat informasi tentang stunting sebagai salah satu permasalahan gizi balita Indonesia, dan uraian tentang pencegahannya,” kata Ika Sukmawati, M. Pd.

Di dalam Booklet juga terdapat ringkasan kebutuhan gizi balita, yang dipaparkan secara ringkas dan ringan agar mudah dipahami pembacanya. Bagian yang paling diminati ibu-ibu peserta kegiatan adalah variasi menu harian untuk balita dengan gizi seimbang yang dapat dipraktikkan sehari-hari.

Ketua PKK RT 01, Ny Imam Sugiono mewakili ibu-ibu anggota menyampaikan antusiasme dan mendapatkan manfaat dari pelaksanaan program kegiatan. Melalui survei hasil kegiatan juga didapatkan informasi yang senada, bahwa peserta tertarik dengan keberlanjutan program ke depannya.

“Semoga hasil kegiatan PkM ini dapat menjadi sebuah sumbangsih untuk mendukung program pemberantasan masalah gizi balita di Indonesia,” jelasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?