Advertorial Kegiatan

IPM SMK Muhammadiyah 1 Borobudur Gelar Musyawarah Ranting

MAGELANG – Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMK Muhammadiyah 1 Borobudur Kabupaten Magelang Jawa Tengah mengadakan Musyawarah Ranting (Musyran), Sabtu (5/9/2020). Musran yang digelar mengusung tema “Pemimpin Baru, Semangat Baru, Menuju IPM Berkemajuan”.

IPM merupakan salah satu organisasi kepemudaan terbaik di Indonesia. Sehingga walaupun ada pandemi Covid-19, roda organisasi tetap harus berjalan, termasuk program dan regenerasi. Kegiatan IPM awal tahun adalah Musyawarah Ranting dan LDPR (Latihan Dasar Pimpinan Ranting).

Musyawarah Ranting (Musyran) berisi laporan pertanggung jawaban kepengurusan lama dan LDPR merupakan kegiatan pembuatan program kerja. Namun karena pandemi Covid-19 maka kegiatan digabung dengan tanpa mengurangi esensi program.

Musyran yang digelar di Aula SMK Muhammadiyah 1 Borobudur tersebut diikuti oleh 45 siswa, yaitu 15 Pengurus lama dan 25 Pengurus baru. Di mana sebelum diadakan Musyran, lebih dahulu sudah dilaksanakan Pemilihan Pengurus Baru secara daring melalui Live IG. Ketua IPM lama, Bekti Rismawati Kelas XII Akuntansi 1 berganti ke Pingki Jihan Saputri Kelas XI Akuntansi 2.

Pembina IPM Achmad Khoirul Fata mengatakan kegiatan awal tahun IPM memang berbeda. Sebagai contoh LDPR sebagai sarana pembuatan program yang mana dilaksanakan 2 hari, tahun ini tidak bisa terlaksana karena pandemi. Sehingga digabung bersama Musyran.

“Alhamdulillah, walaupun acara dipersingkat, tetap bisa mendapatkan hasil sesuai harapan,” katanya, Sabtu (19/9/2020).

Dikatakan Khoirul, kegiatan Musyran dilaksanakan dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Yakni peserta wajib bermasker, cek suhu, dan seterusnya. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan peserta bisa mengikuti dengan baik.

Kegiatan Musyawarah Ranting IPM SMK Muhammadiyah 1 Borobudur, Sabtu (5/9/2020). (foto: dok. IPM)

Ketua IPM lama, Bekti Rismawati mengungkapkan momen menjadi ketua IPM sangat berharga. Karena menurutnya hal itu bisa mengembangkan potensi diri, menekan ego pribadi untuk kepentingan organisasi.

“Semoga tahun depan anggota IPM lebih militan dalam berorganisasi, serta menciptakan inovasi baru dalam kegiatannya,” kata Bekti.

Sementara Ketua baru Pingki Jihan Saputri menuturkan Musyran membuatnya lebih memahami lagi bagaimana menjadi seorang pemimpin. Juga dapat membuat program kerja selama satu tahun ke depan. Dia berharap tahun ini IPM lebih jaya lagi, dan dapat bekerjasama yang lebih baik lagi.

“Semoga tahun ini lebih dijaga lagi kekeluargaannya dan dapat menjadikan IPM itu sebagai keluarga yang kedua. Jangan jadikan organisasi IPM itu sebagai beban kita, tapi tugas dan pengabdian kita,” katanya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?