Advertorial Kegiatan

Mujahadah Sebagai Cerminan Kesungguhan Mendekatkan Diri Kepada Ilahi

KOTA MAGELANG – Pada masa penuh keprihatinan akibat pandemi Covid-19 saat ini, sudah seharusnya menjadi motivasi manusia untuk semakin dekat dengan Sang Pencipta. Meskipun sejatinya, dalam keadaan bagaimana pun kita semua harus senantiasa mengingat-Nya.

Dengan semakin dekat dengan Tuhan, maka hidup akan menjadi lebih tenang, dan kebahagiaan akan dapat diraih dengan penuh keyakinan. Untuk itu harus ada niat dan kesungguhan dalam berdoa, baik sendiri maupun secara bersama-sama.

Di masyarakat Indonesia yang beragama Islam ada satu tradisi berdoa secara bersama-sama yang disebut Mujahadah. Di mana tradisi ini sampai sekarang dilestarikan dan diajarkan kepada generasi muda. Karena banyak manfaat yang dipetik dari tradisi Mujahadah, seperti kekhusyukan berdoa, kebersamaan, dan kekeluargaan.

Sebagai pendidik, para guru di TK Pertiwi Kota Magelang, Jawa Tengah melaksanakan kegiatan rutin Mujahadah di sekolah. Hal itu sebagai contoh nyata kepada peserta didik yang diajarkan berdoa dan membaca Alquran setiap hari di rumah.

“Bila anak-anak kami beri tugas membaca Iqra’ dan membaca Alquran di rumah, maka kami pun melakukan hal yang sama. Sehingga kami memberi contoh kebiasaan baik kepada anak didik kami,” kata Kepala TK Pertiwi Kota Magelang, Suparni, S.Pd, Jumat (18/9/2020).

Selain Mujahadah, setiap pagi guru dan karyawan TK Pertiwi Kota Magelang melaksanakan salat Dhuha berjamaah. (foto: Narwan Siedoo)

Suparni menjelaskan kegiatan Mujahadah di sekolah ini dilakukan pada Jumat pertama dan Jumat ketiga setiap bulannya. Dijelaskan pula selain Mujahadan secara rutin para guru melaksanakan salat Dhuha berjamaah.

Menurut Suparni, Mujahadah merupakan cerminan umat muslim dalam mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Taala. Secara bersama-sama dan bersungguh-sungguh berdoa kepada Sang Pencipta agar terhindar dari marabahaya dan didekatkan kepada keberkahan hidup di dunia dan akhirat.

“Kami juga selalu berdoa, agar pandemi Covid-19 segera berlalu dan anak-anak kembali belajar bersama guru dan teman-teman mereka dengan penuh keceriaan. Baik guru maupun peserta didik sudah merindukan kebersamaan di sekolah kami yang asri ini,” pungkas Suparni, S.Pd. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?