PENDAMPINGAN. Pengurus KNPI Kabupaten Magelang sedang mendampingi siswa belajar daring. (foto: ist)
Daerah

Pemuda Segala Lini Diajak Dampingi Siswa Belajar Daring

MAGELANG – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Magelang mengajak pemuda di semua komunitas untuk bergerak melakukan pendampingan belajar daring bagi siswa di era pandemi corona ini. Hal tersebut disebabkan tidak setiap orang tua siswa memiliki waktu dan kemampuan untuk mendampingi anaknya belajar.

"Kami merasa prihatin dengan keadaan ini (kesulitan belajar). Maka kami dorong KNPI kecamatan, organisasi kemasyarakatan pemuda dan karang taruna serta lembaga pemberdayaan pemuda desa untuk meringankan beban masyarakat dengan cara mendampingi anak anak belajar. Jika memungkinkan fasilitasi dengan berbagi sambungan internet," kata Ketua KNPI Kabupaten Magelang, Ariyanto.

Menurut Ari, pemerintah bisa menggandeng semua potensi yang bisa diberdayakan seperti PKK, Karang Taruna, OKP dan Relawan yang lain untuk mendampingi siswa dan orang tuanya.

Dijelaskan, sudah dua bulan sejak dimulainya tahun pelajaran baru 2020/2021 siswa merasakan sekolah jarak jauh. Ada yang menggunakan media pembelajaran dengan sistem dalam jaringan (daring). Namun, juga ada yang belajar dengan cara mengerjakan tugas yang diberikan guru dalam bentuk cetak.

“Kondisinya berbeda antara satu sekolah dengan sekolah lain,” akunya.

Begitu pula dalam pemberian fasilitas sambungan internet berupa pulsa, ternyata masih ada siswa dari beberapa sekolah yang belum mendapatkan. Padahal dalam Permendikbud nomor 19 tahun 2020 sudah diatur penggunakan dana BOS untuk menunjang proses belajar mengajar dalam jaringan.

“Termasuk memberikan bantuan pulsa adalah yang diperbolehkan,” tandasnya.

Persoalan lain yang ditemui saat melakukan pendampingan di salah satu rumah warga di Desa Ngrajek Kecamatan Mungkid pada Kamis (3/9/2020) adalah orang tua atau wali siswa yang sudah mulai kewalahan mendampingi belajar karena tidak terbiasa. Sementara itu orang tua siswa juga harus bekerja. Itu terjadi pada Sulastri.

Disebutkan Sulastri, pelajaran sekarang berbeda dengan zamannya sekolah dulu. Ini juga yang menjadi kendala di masyarakat.

"Saya bingung mendampingi belajar cucu saya karena pelajarannya berbeda dari zaman saya sekolah dulu," ujarnya.

Di tempat lain, Ferry salah satu relawan menyampaikan bahwa dibutuhkan kesabaran untuk mendampingi anak anak belajar. Selain karena kurikulumnya baru, siswa tergoda ingin segera main.

"Para pelajar sudah mulai merasa bosan dengan cara belajar semacam ini," ucap Ferry.

Selain itu Ferry menyampaikan, kebijakan satu sekolah dan sekolah yang lain berbeda. Ada yang tidak berani tatap muka dengan siswa, namun ada beberapa yang secara diam diam guru melakukan pendampingan belajar ke rumah-rumah.

“Harapan KNPI ada kebijakan dan kontrol yang jelas bagi sekolah agar sama dalam mendampingi siswa belajar. Dengan pola yang sama dapat mengurangi kecemburuan sosial  antar pelajar yang berbeda sekolah dan kebijakannya,” tambah Ariyanto. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?