Advertorial Kegiatan

SMPIT Ihsanul Fikri Mungkid Gelar Rangkaian Doa untuk Indonesia

MAGELANG - Menyambut hari Kemerdekaan Indonesia, sering dilaksanakan tirakatan atau tasyakuran sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan dan penghargaan terhadap jasa-jasa para pahlawan bangsa. Seperti dilakukan Pondok Pesantren Ihsanul  Fikri Mungkid dengan menggelar Khataman Massal, Pengajian, dan Doa Bersama pada Ahad (16/8/2020) pukul 20.00 WIB. Acara tersebut disiarkan melalui Zoom Meeting dan Live Streaming di kanal Youtube Ihsanul Fikri Boarding School.

Waka Bidang Kesiswaan, Achmad Muttaqin, S.T.P. mengatakan pihknya sudah memberikan penugasan kepada setiap siswa untuk mengaji 1 juz masing-masing, agar bisa dilaksanakan Khataman pada 16 Agustus 2020.

“Alhamdulillah responnya baik sehingga bisa terwujud harapan kita semua,” ujarnya.

Sekitar 1000 santri turut serta memeriahkan acara yang dibuka oleh Ketua Yayasan, Ustadz Anas Aziz, S.Pd, M.M. tersebut. Kegiatan dengan agenda khataman Alquran yang dipimpin oleh Ustadz Nasir Safua Al Hafidz. Setelah itu para santri mengikuti pengajian dari Ustadz Muhtadi Kadi, Lc.  Dalam pengajiannya, beliau menyampaikan poin-poin penting terkait kemerdekaan dan kepahlawanan.

Para pengisi acara dihadirkan langsung di studio baru SMPIT untuk kemudian disiarkan secara live. Peserta juga aktif berpartisipasi melalui live chat Youtube dan interaksi langsung.

Ustadz Muhtadi Kadi menjelaskan bahwa sesungguhnya orang yang merdeka bukan orang yang terlepas dari penjajahan manusia, namun orang yang bisa melepaskan diri dari jajahan hawa nafsunya.

“Kita tidak akan bisa memerdekakan bangsa ini, sebelum memerdekakan diri dari hawa nafsu masing-masing pribadi,” katanya.

Acara berlangsung selama kurang lebih 90 menit dan selesai pukul 21.30 WIB. Ditutup dengan doa bersama yang juga disampaikan oleh Ustadz Muhtadi Kadi, Lc.  Terakhir, beliau senantiasa mengingatkan kita untuk terus meneladani sikap-sikap pahlawan bangsa. “Karakter pribadi yang perlu ditiru dari pahlawan adalah taqwa, bersyukur, dan sabar,” pungkasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?