Advertorial Kegiatan

Tekankan Pendidikan Karakter, SMPIT Ihsanul Fikri Mungkid Laksanakan Ekstrakurikuler Online

MAGELANG - Selama pembelajaran daring, siswa-siswi SMPIT Ihsanul Fikri Mungkid, Magelang, Jawa Tengah diharuskan untuk tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM), termasuk ekstrakurikuler wajib. Walaupun terpisah jarak, kegiatan tersebut tetap bisa dilaksanakan dengan format yang berbeda. Salah satunya, pelaksanaan Pramuka Online pada Kamis, (16/7/2020).

Kegiatan dilaksanakan via Zoom Meeting dengan menghadirkan kakak-kakak Pembina, yaitu Andika Karisma Putra S. Pd., Ahmad Syarifudin, S. Pd., Tri Nurjanah, S.Pd., dan Dezy Wiata Sari, S. Pd. Para Pembina berupaya membuat kegiatan tetap menyenangkan walau hanya di rumah saja. Peserta didik baru yang berpartisipasi juga tetap mengenakan seragam dan atribut lengkap kepramukaan.

Wakil Kepala Sekolah (Waka) Bidang Kesiswaan, Ahmad Muttaqin, S.T.P. mengatakan para Pembina pramuka maupun peserta sangat bergairah dengan kegiatn ekstra kurikuler secara online ini. Antusias para peserta tampak sekali selama kegiatan yang juga dipantau pihak para guru yang lain.

“Sangat menyenangkan melihat anak-anak antusias. Meskipun baru pertama kali dilaksanakan, namun alhamdulillah responnya luar biasa. Ke depan kami akan agendakan lagi untuk ekstrakurikuler online yang lain,” ujar Ahmad Muttaqin.

Bagi siswa baru, ekstrakurikuler wajib,di SMPIT Ihsanul Fikri wajib mengikutinya secara daring. Di mana kegiatan itu selama lima hari berturut-turut, dan dilakukan setelah KBM selesai. Adapun ekstrakurikuler wajib itu berupa Beladiri, Pramuka, Bina Pribadi Islam yang mengajarkan tentang rajin salat, mengaji, dan pentingnya berbakti kepada orang tua. Juga Entrepreneur Class, serta Leadership.

Sementara Entrepreneur Class mengajarkan anak untuk berani menjadi seorang pengusaha. Tidak hanya sebagai konsumen, namun juga belajar mengolah dan mengelola segala potensi yang ada.

“Mental yang ingin kita tanamkan kepada anak adalah jangan sekedar minta pada orang tua. Karena sudah mendekati usia yang siap menerima tanggung jawab sehingga bisa membahagiakan orang tua dengan usaha sendiri,” terang Ahmad Muttaqin.

Untuk memantau anak selama di rumah, sekolah menyediakan buku panduan yang wajib diisi sebagai laporan kegiatan. Nantinya, ketika sudah kembali ke asrama mereka juga akan melaksankan ekstrakurikuler tambahan dan organisasi yang bisa diikuti. Seperti OSIS, Rohani Islam, PMR, Jurnalistik, Pleton Inti, dan Hisbul Aula.

“Harapannya, semoga anak-anak benar bisa menjalankan kegiatan dengan baik di rumah. Karena kami guru hanya sebagai inspirator dan fasilitator yang memahamkan bahwa mereka anak Indonesia yang punya tanggung jawab meneruskan cita-cita bangsa,” pungkas Ahmad Muttaqin, S.T.P. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?