Advertorial Inovasi

Edufikri, Lompatan Besar SMPIT Ihsanul Fikri Dalam Pembelajaran Era New Normal

MAGELANG - Peran media dan sistem pendidikan yang baik di era new normal ini memang sangat vital. Banyak terobosan baru yang dilakukan oleh sekolah untuk mensiasati situasi tersebut supaya KBM tetap berjalan lancar. Oleh karenanya, SMPIT Ihsanul Fikri meluncurkan EduFikri sebagai portal pembelajaran Ihsanul Fikri di tahun ajaran baru ini.

“Karena Covid-19, kita mau tidak mau harus memutar otak bagaimana caranya supaya semua terjalankan dengan baik, Edufikri ini sebagai lompatan besar Ihsanul Fikri untuk mempermudah kita semua,” kata Kepala SMPIT Ihsanul Fikri, Drs. Khanifudin Zuhri.

Sebelumnya, pembelajaran online dilaksanakan lewat Google Classroom. Mulai tahun ajaran baru 2020/2021 sudah mulai menggunakan Edufikri untuk media pengerjaan tugas, melihat pengumuman, share materi dan video pembelajaran. Serta kuis, dan bahkan bisa fitur live chat untuk konsultasi dengan guru bidang studi saat jam pelajaran berlangsung.

Khanifudin menjelaskan, untuk sistem pembelajarannya, SMPIT Ihsanul Fikri menerapkan 1 mapel minimal harus ada 1 kali pertemuan dalam 1 minggunya. Minggu pertama, siswa diberi arahan via Zoom Meeting terlebih dahulu. Kemudian, minggu kedua belajar menggunakan video pembelajaran yang sudah diunggah di Edufikri.

“Kemudian dilanjutkan dengan kuis di minggu ketiga dan evaluasi atau feedback di minggu terakhir,” jelasnya.

Diketahui, Edufikri sudah digunakan oleh kelas 7 dari 15 Juli 2020 setelah sebelumnya diadakan sosialisasi dan pelatihan pada 13-14 Juli 2020. Sedangkan untuk kelas 8 dan 9 baru akan dilaksanakan pelatihan pada 20-21 Juli 2020 mendatang, dan mulai menggunakannya 22 Juli 2020.

Siswa diberikan 1 akun untuk bisa mengakses tugas, jadwal, materi, dan nilai yang kemudian juga bisa diperlihatkan kepada orang tua. Nantinya, setelah pengerjaan tugas nilai yang diberikan oleh guru akan langsung muncul di portal Edufikri sehingga bisa menjadi bahan evaluasi dan meningkatkan motivasi.

Dalam sehari, siswa menempuh 3 jam pelajaran, di mana durasi 90 menit setiap mapelnya dan istirahat selama 1 jam. KBM dimulai pukul 7.00 WIB dan selesai pukul 14.00 WIB. Kemudian dilanjutkan ekstrakurikuler wajib pukul 15.30 dan selesai pukul 18.30 setiap harinya.

“Setiap hari Sabtu, sekolah memberikan sistem pendidikan 24 jam untuk penugasan di rumah dengan tetap diawasi dan dipandu oleh guru,” tambah Khanifudin.

Beberapa kendala yang dihadapi seperti kurangnya waktu orang tua untuk medampingi putra-putrinya saat pembelajaran berlangsung karena kesibukan lain. Kesulitan lain adalah masalah kurangnya perangkat dan sinyal. Solusinya, sekolah berencana akan membelikan tablet untuk masing-masing siswa. Selain itu, perbedaan waktu juga bisa menjadi kendala untuk siswa-siswi yang berada di zona waktu yang berbeda dengan Waktu Indonesia Barat (WIB).

“Dengan diluncurkannya Edufikri, sekolah berharap anak-anak mendapatkan materi dan pelayanan terbaik walau pembelajaran daring. Guru juga akan semakin termotivasi untuk meningkatkan skill dan awareness terhadap penggunaan teknologi saat pembelaaran online,” pungkas Drs. Khanifudin Zuhri. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?