Advertorial Kegiatan

Di Era Pandemi, SMP Negeri 8 Kota Magelang Tetap Tekankan Pendidikan Karakter

KOTA MAGELANG - Pembelajaran di rumah memang sangat berbeda dengan di sekolah. Peran orang tua sangatlah dibutuhkan untuk mendukung program sekolah. Pembelajaran daring juga punya beberapa kendala, salah satunya adalah tidak terbentuknya karakter siswa.

“Biasanya anak berangkat sekolah jam 7, sudah mandi sudah rapi, kalau di rumah kurang bisa terawasi. Bisa saja anak mengikuti daring dengan baju seadanya dan belum mandi. Karakter anak jadi tidak terbentuk, tidak bersungguh-sungguh bahkan bisa saja tidak jujur,” ujar Kepala Sekolah, Imam Baihaqi, S.Pd, M.Pd.

Pembentukan karakter yang biasanya bisa diawasi di sekolah, kini juga ditekankan oleh SMP Negeri 8 yang menerapkan sistem berbeda selama masa pembelajaran di rumah. Yaitu dengan memberikan Surat Edaran kepada orangtua yang berisi himbauan agar lebih mengerti perannya terhadap anak di rumah. Kemudian lewat Google Form, sekolah memberi angket yang berisi beberapa pertanyaan terkait pendidikan karakter anak, dan penerapan kedisiplinan dalam pengumpulan tugas.

Beberapa hambatan dalan kedisiplinan pengumpulan tugas juga masih sering ditemui. Seperti anak malas, kurangnya motivasi dari orang tua, tidak ada kuota internet, handphone (HP) belum android, atau satu HP untuk bersama.

Guru Bimbingan dan Konseling (BK), Tri Nuryanti, S. Pd mengatakan, bila kendala belum teratasi, wali kelas akan menindaklanjuti, atau guru BK segera memberikan solusi melalui kegiatan home visit ke rumah siswa.

Guru akan menanyakan masalah atau kesulitan apa yang dihadapi. Kemudian memberikan keringanan berupa tugas bisa dikerjakan secara manual dan mengumpulkannya seminggu sekali datang ke sekolah.

“Kita juga memberikan bantuan kuota bila anak benar-benar tidak mampu. Karena tugas harus tetap dikumpulkan sebagai kewajiban siswa,” katanya.

Pihak sekolah juga telah membentuk Gugus Tugas  dengan penugasan per wilayah, untuk memudahkan anak yang tidak terfasilitasi, sehingga lebih mudah mengerjakan tugas. Satu anak yang punya android akan menjadi pioneer untuk kelompok belajar di wilayahnya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Pendidikan karakter sebenarnya lebih banyak waktunya oleh peran orang tua dan masyarakat. Peran masyarakat dalam pembentukan karakter siswa adalah dengan memberikan kegiatan-kegiatan positif.

Imam Baihaqi berharap, keluarga juga ikut mendukung penuh kegiatan pembelajaran selama di rumah. Demikian pula warga sekitar juga bisa memberikan peran yang baik untuk anak.

“Meskipun sudah akan memasuki era new normal, jangan disamakan dengan kondisi normal. Tetapi sebagai warning agar tetap menaati protokol kesehatan yang dianjurkan,” pungkasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?