Advertorial Kegiatan

Wali Murid dan Alumni KB TK IT Asy-Syaffa’ 1 Kota Magelang, Bantu APD Paramedis

MAGELANG – Selama masa awal pandemi Covid-19 berlangsung di Indonesia, tak sedikit Rumah Sakit yang kewalahan menangani lonjakan pasien terkait virus ini. Ketersediaan peralatan medis terutama Alat Pelindung Diri (APD) menjadi salah satu hal yang kerap dikeluhkan oleh paramedis.

Hal inilah yang melatarbelakangi wali murid serta alumni KB dan TK IT Asy-Syaffa’ 1 yang tergabung dalam Kelompok Kajian Rumaysho melakukan kegiatan sosial. Berupa penyaluran bantuan APD ke beberapa rumah sakit di Kota Magelang, April lalu.

Bantuan yang disalurkan berupa  baju hazmat, masker sekali pakai, hand sanitizer, dan sarung tangan bedah. Beberapa rumah sakit yang menjadi tujuan penyaluran bantuan meiputi beberapa rumah sakit di Kota Magelang seperti, RSI, RSJS, RSUD Tidar, RST, dan RS Lestari Raharja.

Menurut Ketua Komite, Jujuk Paromma Sibarani, kegiatan sosial semacam ini sebenarnya merupakan salah satu agenda rutin Rumaysho yang dilakukan setiap dua pekan sekali. Dalam kegiatan bertajuk ‘Rumaysho Berbagi’ ini, biasanya mereka melakukan kegiatan berbagi sembako atau nasi kotak. Namun karena kondisi pandemi Covid-19 saat ini, maka kegiatan pun dialihkan ke bantuan peralatan medis.

“Karena kondisi yang seperti saat ini, jadi kami alihkan ke peralatan medis. Sehubungan dengan adanya info bahwa beberapa rumah sakit sedang membutuhkan alat-alat tersebut,”ungkapnya.

Pihak Rumaysho sendiri telah melakukan persiapan-persiapan untuk kagiatan ini jauh hari sebelumnya. Mengingat barang-barang yang dibutuhkan harus dipesan terlebih dahulu, juga terkait dana yang dibutuhkan tidak sedikit. Sehingga pihak Rumaysho mengusahakan agar dana terkumpul semaksimal mungkin agar bantuan dapat dilaksanakan di beberapa rumah sakit sekaligus.

“Target kami ialah rumah sakit yang berada di sekitar kami dahulu dan yang sudah jelas membutuhkan agar tepat sasaran,” lanjut Jujuk.

Mengantisipasi maraknya oknum yang memanfaatkan moment ini dengan tindak peniupan, maka pihak Rumaysho pun waspada. Salah satunya dengan mengirim beberapa anggotanya untuk mengecek ke lokasi terlebih dahulu, tentang kebenaran informasi.

Dengan kegiatan seperti ini, pihak Rumaysho dan Komite berharap dapat membantu tenaga medis. Di mana para tenaga medis tersebut menjadi garda terdepan dalam menghadapi wabah Covid-19. Sehingga mereka dapat melayani dan melindungi masyarakat tanpa membahayakan kondisi mereka sendiri. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?