Opini

Demi Kemajuan Bangsa, Pendidikan Indonesia Harus Berani Berubah

Siedoo, Pendidikan merupakan senjata paling ampuh untuk mengubah dunia, sehingga pendidikan menjadi hal penting dalam kehidupan. Tanpa pendidikan manusia akan sulit berkembang, demikian pula sebuah negara. Kemajuan negara tergantung pada tingkat kemajuan pendidikan di negara itu.

Pendidikan Berkarakter

Pendidikan mengiringi peradaban dan sumber daya manusia (SDM), semakin tinggi kualitas pendidikan maka semakin tinggi pula kualitas SDM yang dimiliki. Tujuan pendidikan Indonesia termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 alenia keempat, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

Untuk mencapai ke arah itu, bangsa ini harus mengikuti perubahan dalam dunia pendidikan. Pendidikan di Indonesia harus mampu mempersiapkan warga negaranya agar ikut berperan aktif dalam bagian kehidupan bernegara.

Yaitu dengan menjadikan warga negara menjadi lebih cerdas, aktif, kreatif, terampil, jujur, disiplin, bermoral tinggi, demokratis. Juga warga negara yang takwa, mengutamakan persatuan bangsa, berkarakter Indonesia dan berkarakter Pancasila.

Menurut UNESCO, pendidikan yang perlu dikembangkan oleh lembaga pendidikan yaitu:

  1. Belajar untuk mengetahui (learning to know)
  2. Belajar untuk melakukan sesuatu (learning to do)
  3. Belajar untuk menjalani kehidupan bersama (learning to live together)

Kurikulum Indonesia

Dari hal ini, Indonesia termasuk belum sepenuhnya menerapkan pendidikan yang semestinya dikembangkan menurut UNESCO. Di mana seharusnya pendidikan bermakna sebagai “bekal” untuk menjadikan setiap orang berkembang dan menjadi pribadi yang lebih baik. Jadi bukan hanya diukur nilai akademiknya, namun lebih pada perkembangan pribadi individu tersebut.

Pendidikan di Indonesia harus diperbaiki sesuai standar UNESCO, sehingga mampu memberikan keadilan di seluruh negeri, baik dalam segi fasilitas maupun kualitas pendidikan. Indonesia harus mampu menciptakan kurikulum sendiri yang lebih membumi, berkarakter Indonesia.

Hal itu harus dilakukan karena selama ini, setelah era 1970-an, kita menggunakan kurikulum adopsi dari manca negara. Yang jelas berbeda dengan Indonesia baik secara kultur maupun geografisnya. Kurikulum kita selama ini hanya sebatas knowledge tanpa mempersiapkan life skill bagi para siswa. Sehingga siswa hanya terus dicekoki dengan berbagai informasi, tanpa tahu apa kegunaannya bagi kehidupan yang akan datang.

Dengan ‘kurikulum Indonesia’ diharapkan para siswa mampu mengeksplorasi pemikiran serta menggali kreativitas mereka. Muaranya, para siswa menjadi generasi yang bertakwa, berbudi luhur, kritis, kreatif, mampu berpikir out of the box, dan memiliki keterampilan serta berkarakter Indonesia. (*)

 

Aminatul Khusna

Mahasiswi Jurusan PGMI

IAIN Pekalongan Jawa Tengah

Apa Tanggapan Anda ?