Tokoh

Di Usia 29 Tahun, Nurin Listyasari Raih Doktor Undip

Siedoo, Nurin Listyasari meraih gelar Doktor Ilmu Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) di usia 29 tahun 7 bulan. Dia dipromotori oleh Prof. dr. Sultana M.H. Faradz, Ph.D dari Undip. Adapun co-promotor antara lain Prof. Andrew Sinclair, Ph.D, dan Katie Ayers, Ph.D dari Murdoch Children Research Institute (MCRI) Melbourne, Australia. Sedangkan co-promotor dari Undip yaitu Prof. dr. Achmad Zulfa Juniarto, Sp.And(K), M.MR, Ph.D. (undip.ac.id, 30/3/2020)

Doktor Termuda Undip

”Kandidat berhak meraih gelar doktor setelah dinyatakan lulus pada ujian tertutup dengan disertasi berjudul Advanced Genetic Analysis of Disorders of Sex Development Patients and Their Clinical Variation in Indonesia,” tutur Prof. Sultana.

Dr. dr. Nurin Listyasari lulus berpredikat cumlaude dengan IPK 3,80 masa studi 3 tahun 23 hari dan sebagai doktor ke-148 lulusan DIKK FK Undip. Dengan demikian, Nurin menjadi peraih gelar Doktor Termuda Kedua di FK Undip setelah Nydia R.B. Sihombing. Dia merupakan penerima beasiswa PMDSU Batch 2 Kemenristekdikti 2015-2019, serta mengikuti Program Sandwich di Murdoch Children’s Research Institute (MCRI) Melbourne, Australia.

Teliti Kerancuan Kelamin

Dr. dr. Nurin meneliti tentang kerancuan kelamin. Penelitian ini menunjukkan bahwa pasien kerancuan kelamin memiliki kelainan yang terjadi pada tingkat kromosom, gonad atau anatomi. Hal itu ditandai dengan organ genital luar yang tidak jelas antara laki-laki maupun perempuan.

Putri pasangan Sulistyo dan Sri Sulistyowati ini merupakan bimbingan Prof. Sultana pertama yang lulus 3 tahun dengan 10 jurnal internasional, ditambah 2 jurnal lagi sedang proses publikasi. Prof. Sultana pun minta agar Dr. dr. Nurin terus mendalami dan mengembangkan ilmu tentang kerancuan kelamin kongenital atau yang disebut sebagai Disorders of Sex Development (DSD), yang akan bermanfaat untuk konseling genetika dan manajemen pasien secara komprehensif. (*)

Apa Tanggapan Anda ?