Advertorial Teknologi

Ujian Daring SMK Muhammadiyah 1 Borobudur Gunakan Exam Browser

MAGELANG – Dari awal Ujian Sekolah sudah terjadwal dengan dua metode, yaitu secara online dan paper based test. Namun dengan munculnya imbauan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa tengah terkait darurat Covid-19, ujian hanya secara online.

Kebijakan pemerintah tentang Belajar di Rumah pun disikapi dengan baik oleh SMK Muhammadiyah 1 Borobudur Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah. Ujian secara daring (dalam jaringan) dilakukan para siswa dibantu server sekolah.

Demikian diungkapkan oleh Kepala SMK Muhammadiyah 1 Borobudur, Munif Hanafi, S.S. Selanjutnya Munif menjelaskan untuk tahun pelajaran 2019/2020 ini peserta ujian berjumlah 159 siswa. Masing-masing dari Jurusan Akuntansi Keuangan dan Lembaga (36), Perkantoran (44), Bisnis Daring (30), Tata Busana (33).

“Untuk Jurusan Komputer diikuti oleh 16 siswa. Ujian Daring berlangsung dari tanggal 20 hingga 31 Maret 2020,” ungkapnya.

Lancar, Aman dan Rahasia

Dijelaskan Munif, seluruh peserta ujian menggunakan smartphone dari rumah masing-masing. Melalui androidnya, peserta menggunakan aplikasi Exam Browser yang dinilai aman digunakan untuk ujian daring.

Secara teknis, panitia ujian mengunggah soal-soal secara online melalui google form. Aplikasi diberi token dan hanya bisa dibuka lima menit sebelum ujian dimulai pada setiap hari H ujian sekolah dilakukan. Sehingga kerahasiaan ujian terjaga, karena kami nilai aplikasi ini aman, di mana siswa tidak dapat membuka aplikasi lain.

“Ujian daring pun berjalan dengan lancar. Karena melalui server sekolah, panitia memantau ujian guna mengantisipasi terjadinya kendala,” ujar Munif.

Ujian daring memang menjadi hal baru bagi siswa, namun Munif berharap ujian bisa berjalan dengan lancar dan sukses hingga selesai. Diharapkan para peserta memperoleh nilai yang baik dan bisa mengukur kemampuan mereka.

“Saya juga berharap siswa mampu meningkatkan karakter kejujurannya, karena tidak dipantau secara langsung oleh pihak sekolah,” harapnya.

Kekuatan Sinyal

Salah satu peserta ujian, Dila Anggi Tia, mengatakan ujian berbasis online menggunakan smartphone baginya merupakan hal baru. Menurut siswi Kelas XII Jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga ini, kesulitan bukan pada aplikasi atau server, namun lebih pada kekuatan dan kestabilan sinyal. Meski dia tinggal di Tingal, Wanurejo, Borobudur namun lokasinya tidak menjamin kestabilan sinyal.

“Jika sinyal lemah, soal atau gambar tidak muncul di layar,” katanya.

Dila mengatakan ujian daring lebih nyaman karena dikerjakan di rumah dengan santai, tidak seperti ujian di sekolah. Dia pun berharap mampu meraih nilai maksimal sesuai yang dicita-citakan.

“Ingin mendapat nilai tertinggi, sehingga meskipun santai mengerjakan, belajar adalah dukungan nomor satu,” tuturnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?