Advertorial Opini

Tindakan Preventif Penularan Corona Melalui Pembiasaan Anak Hidup Bersih

Siedoo, Sejak 2019 dunia dihebohkan dengan wabah virus corona (covid-19). Virus mematikan ini pertama kali ditemukan di Wuhan, Hubei, China. Hingga saat ini, ada 95.124 orang di seluruh dunia terpapar corona. Sebanyak 3.254 orang meninggal dunia. Sedangkan 51.171 orang lainnya dinyatakan sembuh. Sementara di Indonesia sudah ada dua orang yang dinyatakan terjangkit virus corona.

Dalam mengantisipasi penyebaran corona, perlu ditekankan kepada seluruh lapisan masyarakat tentang menjaga kebersihan. Bagi anak-anak sekolah sangat penting membiasakan hidup bersih di rumah, di sekolah dan di lingkungan masyarakat. Pembiasaan itu tentu dimulai dari keluarga.

Anak akan terbiasa hidup bersih ketika dalam keluarganya sudah membiasakan hidup bersih dan sehat. Membuang sampah di tempat yang disediakan, membersihkan perabotan rumah tangga menjadi kegiatan rutin yang menyenangkan. Ada kalanya dikerjakan bersama-sama seluruh anggota keluarga.

Orang tua selalu peka terhadap kesehatan anak-anaknya. Misalnya ketika anak terserang demam, masuk angin, flu, dan sebagainya selalu memeriksakan ke dokter. Memberi obat dengan resep dokter dan tidak sembarang memberi obat untuk anak. Mengikuti saran dokter itu pun merupakan tindakan positif dalam membiasakan hidup bersih dan sehat.

Cuci Tangan dan Makanan Sehat

Mencuci tangan sebelum makan atau mengambil makanan, juga setelah memegang sesuatu perlu dibiasakan kepada anak. Tidak hanya ditekankan oleh guru di sekolah, namun dimulai orang tua di rumah.

Anak selalu diingatkan oleh orang tua dan guru, bila jajan pilih makanan yang bersih, sehat, bergizi, dan tertutup. Makanan bergizi akan membuat anak tumbuh kembang secara normal, makanan sehat akan menghindarkan anak dari paparan berbagai penyakit. Hal itu tentu sudah dijelaskan oleh setiap guru dan menjadi pembiasaan di sekolah masing-masing.

Anak perlu juga dipahamkan tentang adab bersin atau batuk dengan menutup hidung dan mulut dengan kedua tangan. Adab itu tampaknya sepele dan remeh, namun selain mencegah penularan virus penyakit, juga mengajarkan kesopanan. Sehingga cuci tangan terkait pula dengan adab bersih dan batuk itu.

Tidak Perlu Belebihan

Dalam mengantisipasi penyebaran virus corona, tentu masyarakat harus tetap waspada. Namun tidak perlu disikapi secara berlebihan, atau bahkan sampai membuat gaduh. Sikapi dengan wajar saja. Inilah pentingnya pembiasaan hidup bersih dan sehat, yang bisa membentengi diri dan keluarga dari paparan virus penyakit termasuk virus corona.

Orang tua dan pihak sekolah penting mengigatkan setiap waktu kepada anak-anak akan pembiasaan hidup bersih dan sehat. Sehingga mereka bisa terhindar dari bernagai penyakit yang bisa menjadi penghambat belajar mereka.

Berbagai daerah telah mengantisipasi penyebaran corona dengan baik. Misalnya di Kota Magelang melalui Dinas Kesehatan telah mengupayakan tindakan preventif dan menyosialisasikan kepada masyarakat luas pencegahan penularan virus corona. Bahkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tidar Kota Magelang, Jawa Tengah telah menyediakan ruang khusus isolasi.

Intinya tindakan preventif terbaik dalam mengantisipasi penyebaran virus corona adalah pembiasaan hidup bersih dan sehat. Utamakan kesehatan anak dan keluarga, serta peka terhadap kebersihan lingkungan.

Sementara ini, tunda dahulu bepergian ke luar daerah terlebih dengan moda transportasi udara dan laut. Termasuk study tour siswa ke obyek wisata yang jauh dari sekolah. Tunggu hingga pemerintah memberikan pengumuman tentang kondisi aman dari virus corona. (*)

 

Budi Prayitno

Ketua DPRD Kota Magelang

Provinsi Jawa Tengah

Apa Tanggapan Anda ?