Advertorial Daerah

Metode Ummi, Tekankan Belajar Membaca Al-Quran yang Lebih Terstruktur

MAGELANG – Salah satu kunci penting pendidikan adalah kualitas sumber daya pendidik dan metode yang digunakan. Sebab itu, penjaminan mutu pendidikan sangat diperlukan dalam mencapai tujuan pendidikan yang ideal.

Seperti Taman Kanak-Kanak (TK) Islam Terpadu (IT)  Asy-Syaffa 1 Kota Magelang, Jawa Tengah. Sejak 2011, mereka mengganti metode pembelajaran Al-Quran dengan menggunkan metode Ummi, sebuah metode pembelajaran yang dikembangkan salah satu lembaga penjamin mutu pendidikan Ummi Foundation.

Fokus dari metode ini ialah pada segi pendidikan keagamaan, khususnya dalam membaca Al-Quran. Dengan menerapkan pembelajaran yang terstruktur dan cermat, serta didukung kkualitas pengajar yang terlatih, membuat proses pembelajaran anak menjadi lebih teroganisir dan efektif.

Untuk membangun mutu seperti itu, diperlukanlah lembaga yang mengontrol mutu pendidikan tersebut agar sesuai dengan tujuan penerapan metode tersbut. Disinilah peran Ummi Foundation untuk melakukan supervisi (pengecekan) dan pembinaan secara berkala kepada sekolah-sekolah yang telah berkerjasama dengan mereka.

Pada tahun ini, tepatnya pada Senin  (24/02/2020) dilaksanakanlah supervisi dan pembinaan gabungan antara TK IT Asy Syaffa 1 dan TK Asy-Syaffa 2. Diikuti oleh semua guru dari kedua sekolah, pembinaan berlangsung di ruang TPQ TK Asy-Syaffa 2 Kota Magelang.

Walaupun sudah menggunakan metode Ummi sejak 2011 lalu, namun baru kali ini mereka mengadakan pembinaan secara mandiri, karena di tahun-tahun sebelumnya pembinaan dilangsungkan bersama dengan pembinaan di SD IT.

Seperti yang diutarakan Abdulloh Baehaqi, salah seorang penyuluh dari Ummi Foundation di sela kunjunganya ke Magelang.

“Supervisi dan pembinaan ini merupakan konsekuensi kita untuk menjaga mutu, serta melihat apakah berlangsungnya sistem itu apakah sudah sesuai dengan arahan kita atau tidak,” jelasnya.

Selain itu, sebelum melakukan pembelajaran, guru juga diharuskan mengikuti pelatihan dan workshop sebagai wujud sertifikasi diri sebelum siap mengajar dengan metode ini.

Menurut Pelaksana Harian Kepala TK IT Asy-Syaffa 1, Tri Handayani mengungkapkan, metode Ummi sangat terasa efektivitasnya, selain anak teratur dalam belajar membaca Al-Quran, juga memudahkan guru dalam mengajar. Sebab, dengan metode ini, guru hanya dibebankan maksimal 10 anak dalam setiap sesi sehingga pengawasan pembelajaran jauh lebih efisien.

“Kita jadi lebih teratur, kita juga samakan visinya, kita sekarang juga punya target yang jelas, 1 semester itu 1 jilid,” tandasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?