Advertorial Daerah

Jilbab Syari tak Halangi Pleton Inti untuk Tetap Berprestasi

MAGELANG – Pleton Inti dari SMP Islam Terpadu (IT) Ihsanul Fikri (IF) Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah beberapa waktu lalu menambah pundi-pundi prestasi. Itu diraih melalui kejuaraan Lomba Baris Berbaris (LBB) Ekawirataruna yang diadakan SMA IT IF Mungkid.

Dari tiga pleton yang dikirim, mereka berhasil menjadi juara umum dari beberapa kategori perlombaan. Diantaranya adalah juara Variasi, Materi, Danton Terbaik, Kostum Terbaik, serta Pleton Terfavorit.

Jawza Ayunda Nabila, salah seorang anggota pleton, mengaku sangat bahagia dan bangga bisa mewakili sekolahnya untuk mengikuti lomba baris-berbaris tersebut. Walau merupakan anggota Pleton Inti sekolah, siswi yang akrab disapa Jauza ini haruslah mengikuti seleksi lagi untuk menjadi perwakilan sekolah.

Sebelumnya, perwakilan yang akan diikutsertakan merupakan siswa siswi yang memang telah menjadi anggota Pleton Inti sekolah. Namun, atas pertimbangan dari pihak guru, maka dilaksanakanlah seleksi ulang untuk mendapatkan calon peserta terbaik.

Alhamdulillah senang bisa terpilih menjadi pewakilan SMP Ihsanul Fikri. Apalagi setelah kami berhasil meraih juara umum, senang sekali bisa membanggakan sekolah,” ungkap Jauza.

Pleton Inti di SMP IT Ihsanul Fikri Mungkid ini sedikit unik. Tak seperti sekolah lain yang menggabungkan pleton putra dan putrinya menjadi satu. Di sini, terdapat dua Pleton Inti, yaitu Pleton Ihwan (Putra) dan Pleton Akhwat (Putri).

Untuk Pleton Akhwat,  dalam menjalankan tugasnya mereka tetap mengenakan pakaian  dengan jilbab lebar dan pakaian syari.  Menurut Tri Nur Jannah yang merupakan salah seorang guru di sana, sering kali saat latihan ada beberapa rok yang robek akibat pakaian yang memang kurang pas untuk gerakan baris-berbaris.

“Memang banyak sekali halangannya. Tapi karena sudah jadi kebiasaan kami di sini untuk mengenakan pakaian seperti itu. Dan semoga dengan ini bisa menjadi salah satu jalan dakwah kita bahwa kita bisa beprestasi tanpa harus meninggalkan aturan agama,” tandas Nur Jannah.

Sekolah berharap dengan prestasi dari Pleton Inti mereka, bisa menjunjung nama baik sekolah dan juga menunjukan bahwa santri pun bisa menjadi pleton handal dengan tetap bepegang pada ajaran-ajaran Islam. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?