Advertorial Daerah

Manfaatkan Sampah Plastik, Siswa Diajarkan Membuat Ecobricks

MAGELANG – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 11 Kota Magelang, Jawa Tengah mendidik siswa agar lebih peduli dan cinta lingkungan. Mereka diberi penyuluhan terkait bahaya sampah plastik. Agar bisa dimanfaatkan dengan baik sampah tersebut diolah menjadi ecobricks, sebagai material bangunan.

“Bahwasanya di negara kita ini, termasuk negara yang pernah menduduki peringkat ke dua se-dunia sebagai penyuplai sampah plastik. Menyuplai sekitar 9 juta ton sampah plastik per tahunnya,” kata Guru IPA SMPN 11 Magelang, Afifah Anggraeni, S.Si.

Hal tersebut menjadi dasar guru memberikan penyuluhan kepada siswanya tentang bahaya sampah plastik. Terutama, sampah plastik yang larinya ke laut akan merusak dan mencemari lingkungan seperti terumbu karang dan ikan menjadi mati. Bahkan muncul prediksi pada 2050, jumlah sampah plastik akan lebih banyak daripada jumlah ikan.

“Salah satu upaya untuk mengurangi sampah plastik, menggunakan penerapan 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle). Kemudian kunci dalam pengelolaan sampah itu adalah pemilahannya. Kalau di sini untuk setiap kelasnya ada pemilahan sampah plastik, sampah kertas dan sampah terbuang,” tuturnya.

Sampah plastik dan kertas kalau masih bagus bisa dijual kembali. Sedangkan sampah terbuang seperti sampah plastik yang tidak bisa dijual diolah untuk ecobricks.

Kegiatan membuat ecobricks dilakukan siswa kelas VIII pada kegiatan Pramuka. Membuat ecobricks menggunakan botol plastik yang diisi dengan sampah plastik dan dipadatkan di dalamnya.

“Jadi sampah plastik dipepatkan hingga tak ada rongga udara di dalam botol. Ukuran botol 600 ml untuk menjadi ecobricks dan sudah dimasuki sampah plastik itu minimal beratnya menjadi 200 gram. Pemanfaatan ecobricks nantinya akan digunakan untuk pembatas taman di depan kelas,” jelasnya.

Ecobricks bermanfaat dijadikan material bangunan kuat, awet, dan tahan air. Memanfaatkan sampah plastik menjadi ecobrick, dapat menghasilkan sesuatu yang lebih aplikatif dan berguna.

“Sebenarnya tidak hanya dijadikan ecobricks saja, namun dijadikan sebagai media tanam. Saya sebelumnya menguji hal itu kepada tanaman, ternyata sudah berbulan-bulan tidak mati. Tanaman yang ditanam bukan jenis tanaman pangan, karena menggunakan media plastik yang jelas ada kandungan plastiknya, nantinya akan diserap tanaman. Tanaman hias saja yang kita gunakan,” imbuhnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?