Advertorial Daerah

Rangkul Wali Murid, Perkuat Pendidikan Karakter

MAGELANG – Keterlibatan orang tua sebagai wali murid dalam pendidikan karakter sangat perlu. Orang tua tidak hanya perhatian kepada anaknya ketika masih duduk di bangku PAUD atau TK, namun harus memberi perhatian dari lahir hingga akhir hayat. Karena, anak merupakan generasi penerus orang tua dan generasi penerus bangsa. Hal itu dibeberkan Kepala SMP Negeri 9 Kota Magelang, Dr. Siti Yulaeha, S.Pd, M.Si.

Menurutnya, dunia pendidikan Indonesia semakin banyak tantangan yang tidak bisa hanya diantisipasi pihak lembaga pendidikan. Namun harus melibatkan orang tua dan masyarakat. Sehingga pihak sekolah merangkul wali murid untuk bersama-sama terlibat dalam pendidikan anak termasuk memperkuat pendidikan karakter.

Jalin Komunikasi

Yulaeha mengatakan, menurut survei yang dilakukannya, sebagian besar orang tua dan siswa di sekolahnya sudah memiliki smartphone. Sehingga pihaknya meminta wali murid membuat grup WhatsApp pada setiap kelas untuk menjalin komunikasi.

“Sehingga para orang tua bisa saling berkomunikasi demi mengetahui informasi perkembangan pendidikan anak-anaknya. Juga berkomunikasi dengan wali kelas atau pihak sekolah,” katanya.

Selain itu, keterlibatan orang tua lebih besar terhadap kemajuan pendidikan anak di sekolah, seperti memberi kritik membangun, saran, usulan dan masukan lain yang bermanfaat bagi semuanya.

“Tidak sekadar mengantar anak atau menghadiri rapat wali murid yang belum tentu sebulan sekali diadakan,” lanjut Yulaeha.

Menanamkan Bijak Gadget

Siswa memiliki gadget seperti smartphone harus diarahkan dalam penggunaannya. Saat ini tantangan pendidikan salah satunya belum tumbuhnya kesadaran bijak gadget, terutama pada anak-anak. Banyak anak justru mengakses game atau mengunjungi situs-situs yang bukan seharusnya atau bukan konsumsi untuk mereka.

“Wali murid bersama sekolah harus sinkron dalam menanamkan bijak gadget kepada anak. Sehingga smartphone selayaknya digunakan untuk mencari data, informasi, dan sumber ilmu yang membantu belajar mereka,” kata Yulaeha.

Perkuat Pendidikan Karakter

Dalam rangka memperkuat pendidikan karakter di SMP Negeri 9 Kota Magelang, telah dilakukan berbagai kegiatan berupa pembiasaan. Seperti membaca asma’ul husna, salat duhur berjamaah, doa bersama, dan membiasakan salam sapa dan senyum antarwaga sekolah.

“Pembiasaan lain berupa Jumat Barokah, yaitu bersedekah makanan oleh warga sekolah tiap hari Jumat. Di mana setelah makanan terkumpul dibagikan kepada siswa terutama yang tidak membawa bekal,” terang Yulaeha.

Yulaeha berharap dengan memperkuat pendidikan karakter di sekolah, anak didiknya tidak hanya berprestasi dalam akademik dan nonakademik. Namun, mampu menjadi manusia yang berbudi luhur dan bermanfaat bagi orang lain.

“Terutama bermanfaat bagi masyarakat di lingkungannya,” harapnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?