Advertorial Daerah

Siswa Dituntut Menyajikan Masalah dan Mencari Solusi

MAGELANG - Penerapan kurikulum 2013 di SMPN 4 Kota Magelang, Jawa Tengah menggunakan metode pembelajaran saintifik. Pendekatan ini mengintegrasikan semua aspek skill yaitu problem based learning, project based learning dan inquiry discovery based learning.

Problem based learning sendiri adalah proses pembelajaran untuk menyajikan sebuah masalah. Di sini siswa dituntut untuk menyajikan sebuah masalah. Entah itu dari kehidupan sehari-hari atau di sekolah,” kata Guru TIK SMPN 4, Drs. Iskandar, Kamis (30/1/2020).

Dijelaskan, nantinya masalah tersebut untuk diidentifikasi siswa untuk dicarikan solusinya. Kemudian siswa berdiskusi bersama untuk menyimpulkan masalah yang sudah dicarikan solusinya.

“Pada pembelajaran abad ke-21 ini siswa harus dituntut kritis, kreatif, komunikatif, aktif dan kolaboratif. Artinya siswa mempunyai pengetahuan jangan untuk dirinya sendiri. Tapi, harus dibagikan juga kepada orang lain. Di abad 21 ini banyak orang dengan pengetahuan untuk mengambil keuntungan untuk dirinya sendiri,” jelasnya.

Dimensi pembelajaran abad ke-21, lanjutnya, siswa harus tahu pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan meta kognitif. Pada abad ke-21 ini penerapan kurikulum 2013 baru sampai pembelajaran pengetahuan meta kognitif.

“Dan itu sudah diamanatkan di undang-undang SKL yang di tuangkan ke dalam kompetensi inti,” jelasnya.

Tugas dari sekolah sendiri, sambungnya, yaitu mendidik anak pada tingkatan meta kognitif, konseptual, prosedural, dan kreatif. Konseptual yaitu jenis-jenis pembelajaran seperti apa siswa harus tahu dan juga fungsinya untuk apa.

“Proseduralnya, proses alur pembuatan seperti apa, siswa harus tahu pembelajaran alurnya. Nantinya diharapkan bisa menciptakan hal baru,” pungkasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?