Pemateri dan para guru TK IT Al - Hikmah Secang, usai kegiatan seminar pendidikan | foto : Fauzi Bayu Sejati | Siedoo

Advertorial Daerah

Persiapkan Anak Mandiri dan Berkarakter, TK IT Al-Hikmah Gelar Seminar Pendidikan


MAGELANG – Kelompok Bermain (KB) Taman Kanak-kanak (TK) Islam Terpadu (IT) Al-Hikmah Secang Kabupaten Magelang, Jawa Tengah mengadakan Seminar Pendidikan, Sabtu (18/1/2020). Kegiatan tersebut dalam rangka mempersiapkan anak mandiri, berkarakter kuat dan berakhlak mulia.

“Memang sudah menjadi program rutin sekolah kami. Tujuannya parenting untuk orang tua, kita mendatangkan pakar dari RSJ untuk berbagi pengetahuannya kepada wali murid, supaya mereka paham betul tentang perkembangan anak dari usia 0 sampai 6 tahun,” kata Ketua Panitia, Siti Fatkhiyatul Hidayah, S.Pd.

Dijelaskan, selama ini pengetahuan untuk orang tua terkait perkembangan anak didapat dari guru, namun untuk kali ini didatangkan pakar psikologi. Hal ini tidak lain agar mereka mendapat tambahan ilmu.

"Dan pendidik kita harus selalu update. Nantinya bisa diaplikasikan di sekolahan dan lingkungan keluarga masing-masing. Kalau sesuai dengan visi misi sekolah, anak-anak diajarkan dengan pembiasan – pembiasan yang membentuk generasi yang Islami,” ujarnya.

Kepala KB TK IT Al-Hikmah, Yamtinah, S.Pd mengatakan, acara seminar pendidikan ini berjalan dengan lancar dan sembilan puluh lima persen wali murid dapat hadir. Kesempatan itu banyak terjadi dialog antara peserta dan pemateri.

Alhamdulillah antusias dari wali murid cukup bagus. Target untuk 2020 ini, kita akan kembangkan pendidikan karakter lebih kuat. Kemarin sudah bagus, tapi kami akan titik tekankan lagi tentang pendidikan berkarakter dan menitikberatkan pada Al-Quran, seperti hafalan dan bacaannya, minimal juz 30 sudah hafal,” kata Yamtinah.

Sebagai pematerinya adalah, Swastika Wulan Pahlevi NP, M.Psi yang menyampaikan materi terkait karakteristik anak usia dini. Sehingga harapannya, orang tua mempunyai pemahaman tentang apa yang harus dilakukan kepada anaknya.

“Pada kenyataannya, anak di setiap fase usia itu punya karkateristik sendiri-sendiri. Misalnya ketika anak sedang ingin mandiri, kalau orang tuanya tidak paham pada anak 0-3 tahun sedang ingin mandiri, tetapi malah sama orang tuanya diladeni jadinya anak tidak menjadi mandiri. Padahal sedang fase ingin mandiri,” jelas Swastika.

Pemahaman karakteristik anak usia dini yang sedang ingin mandiri salah satunya dengan toilet training. Merupakan latihan agar anak sudah memahami kapan harus buang air dan tidak ngompol.

“Kalau anak usia 4-6 tahun, selain anak sudah paham kata atau kalimat yang sudah komplek, kepintarannya bertambah. Mereka bisa menangkap hal – hal yang tidak terucap, misal melihat bapak ibunya sedang sibuk, dia sudah tahu. Kalau anak usia 0 sampai 3 tahun kan perlu diberi tahu  dari orang tuanya jika sedang sibuk,” terangnya.

Ditambahkannya, mendidik anak usia dini tidak perlu menggunakan bentakan, makanya disebut disiplin positif. Tata cara harus disesuaikan oleh usia, kalau berbicara dengan anak usia 0 sampai 3 tahun perlu menggunakan contoh.

“Kita meneladani dan memberi teladan. Sedangkan usia 4 sampai 6 tahun dengan cara membersamai, jadi kalau kita ingin dia rajin shalat, ya kita sholat bareng. Kuncinya adalah sabar dan konsisten,” imbuhnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?