Advertorial

Kembangkan Pendidikan Karakter, Anggota Hizbul Wathan Perlu Kenal Luar Daerah

MAGELANG – Banyak cara yang dapat dilakukan dalam mengembangkan pendidikan karakter. Salah satunya melalui kegiatan kepanduan di sekolah. Bahkan dalam kegiatan kepanduan akan lebih mengena ketika kegiatan tidak hanya dilakukan di lingkungan sekolah saja. Namun perlu keluar lingkungan atau keluar daerah. Hal ini seperti dilakukan Hizbul Wathan (HW) SMK Muhammadiyah Kota Magelang.

Menurut salah satu pembina HW sekolah setempat, Devita, S.Pd, pengembangan melalui kegiatan kepanduan sangat tepat sasaran. Karena dalam kegiatan kepanduan, para anggota HW akan banyak belajar tentang kemandirian, bekerjasama, pribadi tangguh dan tanggap.

“Semua itu kelak menjadi bekal mereka terjun di masyarakat. Baik sebagai warga masyarakat maupun sebagai pemimpin masyarakat,” ungkapnya.

Devita memberi contoh, pada tanggal 21-23 Desember 2019 lalu, HW SMK Muhammadiyah Kota Magelang mengirimkan kontingennya mengikuti kegiatan kemah pandu putri di Salatiga, Jawa Tengah. Kegiatan tingkat provinsi tersebut mempertemukan anggota HW dari seluruh sekolah Muhammadiyah di Jawa Tengah.

Belajar Karakter Sosial

Devita menjelaskan, dalam kegiatan seperti kemah pandu anggota HW banyak belajar tentang hidup bersosial. Karena ketika bertemu dengan peserta lain daerah mereka bersosialisasi, berbaur, tukar pengalaman satu dengan lainnya.

“Belum lagi ketika melakukan kegiatan mengunjungi dunia usaha, tentu menjadi pengalaman berharga,” imbuh Devita.

Selain itu, pengembangan pendidikan karakter juga dapat dilakukan dalam kelompok. Misalnya menjaga kekompakan dan kerjasama dalam melakukan suatu kegiatan. Seperti kerja kelompok, baris berbaris, meneriakkan yel-yel dan sebagainya.

“Kerjasama dapat dilihat melalui kegiatan praktik perawatan jenazah. Mulai dari memandikan, mengkafani, menyolatkan, hingga menguburkan jenazah,” terang Devita.

Kecakapan Hidup

Salah satu contoh penting bagi anggota HW adalah menimba keterampilan yang dapat menjadi bekal kecakapan hidup. Terkadang dalam kegiatan HW diberikan pula beberapa keterampilan.

“Misalnya membuat sandal dari barang bekas, membuat sabun cuci dan sebagainya,” jelas Devita.

Devita menambahkan pendidikan karakter yang dikembangkan lewat kegiatan Hizbul Wathan SMK Muhammadiyah Kota Magelang akan selalu dilakukan. Sehingga ke depan usai lulus, anggota HW tersebut mampu menjadi musli dan muslimah yang tangguh dan mandiri, berkarakter dan berakhlak mulia. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?