Ustadz Wahyono, S.Pd.I sedang memberikan ceramah kepada siswa SMP N 3 Magelang | foto : Fauzi Bayu Sejati | Siedoo

Advertorial Daerah

Pengajian di SMPN 3 Kota Magelang, Nabi Muhammad sebagai Suri Teladan


MAGELA NG  - Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Kota Magelang, Jawa Tengah, mengadakan pengajian dalam merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, Rabu (11/12/2019). Pokok materi yang disampaikan tentang akhlak dan perilaku nabi yang bisa menjadi contoh dan dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari – hari.

Kesempatan tersebut sekolah menghadirkan Ustadz Wahyono, S.Pd.I. Siswa sangat antusias dalam menyimak pengajian tersebut. Mengingat, cara penyampaian materi cukup menarik siswa, diselingi dengan humor sehingga suasana terasa hidup, tidak tegang dan siswa lebih mudah dalam menerima.

“Harapannya, para siswa bisa berubah menjadi lebih baik, karena mereka diingatkan kembali dengan contoh yang semestinya menjadi panutan bagi mereka. Sehingga perilaku mereka menjadi lebih baik,” kata Guru Pendidikan Agama Islam SMP N 3 Magelang, Chozin Asror, S.Pd.I.

Menurutnya, pendidikan agama sangat penting dan pihak sekolah berupaya agar pendidikan agama bisa terserap dengan baik. Karena, jika hanya mengandalkan di lingkungan masyarakat saja dirasa kurang.

“Iya kalau lingkungannya mendukung, kalau lingkungan kurang mendukung maka satu –satunya siswa mendapat pengajaran agama ya di sekolah. Karena itu, selain kami memberikan materi pelajaran agama di kelas, kami juga ada kegiatan keagamaan. Salah satunya dengan mengadakan pengajian yang sifatnya harian, mingguan dan saat peringatan hari besar,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, para siswa mengusulkan melalui OSIS saat acara tersebut siswa mengenakan tidak mengenakan seragam. Namun, siswa mengenakan pakaian bebas tapi sopan.

Waka Kesiswaan SMPN 3 Magelang, Johan Fitriyanto, S.Pd. mengatakan, kegiatan berjalan dengan baik karena para siswa bersemangat mengikuti pengajian dari awal hingga akhir.

“Ustadz Wahyono cukup lihai dan komunikatif dalam berinteraksi dengan siswa. Penyampaiannya yang humoris membuat siswa untuk mendengarkan. Meski begitu, esensi materi tetap masuk dan dapat dicerna baik oleh siswa,” kata Johan. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?