Valunteer dari Goethe Institut Faiq Falahi memaparkan sains kepada Siswa SMP N 8 Magelang | foto: Fauzi Bayu Sejati | Siedoo

Advertorial Daerah

SMPN 8 Kota Magelang Sampaikan Sains Bersama Institusi dari Jerman


MAGELANG - Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 8 Kota Magelang, Jawa Tengah mencoba cara lain dalam mengedukasi siswa pada mata pelajaran Ilmu pengetahuan Alam (IPA). Salah satunya dengan mengundang Goethe Institut (Jerman) yang kebetulan sedang dalam program Science Film Festival 2019.

Valunteer dari Goethe Institut, Faiq Falahi mengatakan, kegiatan tersebut berkaitan dengan media alternatif penyampaian sains dalam bentuk visual berupa film dan eksperimen sederhana. Salah satu eksperimen yang ditampilkan ialah pingpong anti gravitasi sebagai pengaplikasian gerak sentripetal.

“Tujuan utamanya tentu untuk menyampaikan ke anak – anak bahwa sains itu mudah untuk dipahami dan menyenangkan. Kebetulan untuk tema tahun ini adalah Humboldt dan Jaring Kehidupan,” kata Faiq.

Festival internasional yang ke - 10 tersebut mengunjungi  51 kota di seluruh Indonesia (22 Oktober – 24 November 2019) dengan menyajikan tiga belas film dari tujuh negara yang hendak menyapa anak – anak Indonesia secara interaktif dan menghibur.

“Saya melihat ternyata di banyak tempat, anak – anak merasa senang ketika melihat film dan bermain eksperimen. Tidak hanya monoton mendengarkan materi berupa ceramah dari guru yang teoritis,” ujarnya.

Program tersebut mendapat dukungan sejumlah mitra lama, termasuk Kedutaan Besar Republik Federal Jerman, insiatif PASCH (“Sekolah: Mitra menuju Masa Depan”), Sahid Hotels Resort Indonesia dan Universitas Paramadina (Jakarta Selatan).

Guru Informatika SMPN 8 Magelang, Erlina Kartika Sari, S.Kom mengaku, sebelumnya mendapat informasi dari salah satu temannya yang sudah kedatangan dari Goethe Institut. Pihaknya mendapat kesan bagus dengan film sains. Hal tersebut kemudian dikonsultasikan dengan guru IPA dan ternyata cocok.

“Kita coba masukkan ke sini (SMPN 8) dan kita agendakan untuk bisa datang tepatnya 2 November ini. Memang sangat antusias, khususnya anak kelas VII yang mana mereka belum pernah diajak nonton bareng dan diadakan eksperimen. Bahkan sangat menantang ketika disuruh mencoba, hampir semua anak ingin mencoba bereksperimen,” tutur Erlina.

Kegiatan tersebut diikuti semua siswa SMPN 8yang terbagi dalam tiga sesi di masing – masing jenjang kelas. “Saya mengambil dari filmnya. Ibaratnya kalau anak itu melihat film tentunya anak itu pengalaman belajarnya lebih lain lagi,” imbuhnya.

Harapannya hal tersebut nantinya terjalin bentuk kerja sama dan tahun depan bisa mendatangkan lagi. Guru IPA sangat terbantu dalam hal pembelajaran kepada siswa dengan cara pemutaran film dan bereksperimen dalam kegiatan tersebut.

“Saya pribadi lebih ke teknologinya, untuk kelas VIII dan IX sudah mulai pembuatan film. Sehingga, mereka ada gambaran membuat film yang mendidik. Sedangkan untuk guru mata pelajaran IPA lebih diuntungkan ke ilmu sainsnya,” kata guru mata pelajaran Informatika tersebut. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?