Advertorial Daerah

SMPN 3 Kota Magelang Terapkan Pelajaran Seni Kriya

MAGELANG  - Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Kota Magelang, Jawa Tengah mempunyai berbagai cara dalam mengembangkan bakat keterampilan anak didiknya. Salah satunya dengan mata pelajaran Seni Kriya. Seni ini merupakan salah satu dari karya senirupa terapan yang proses pembuatannya lebih mengutamakan fungsi dan kegunaan.

“Jadi pemanfatan bahan keras alam, pemanfaatan kayu dijadikan sebuah tlenan dan dihiasi. Anak – anak belajar berkaitan dengan bahan keras alam dan buatan. Bahan keras seperti ada kayu, rotan. Kemudian kita ambil bahan kayu dan dibuatkan semacam tlenan papan kayu lalu dilukis. Jadi melukisnya di media kayu,” kata Guru Kriya SMPN 3, Endang Rusdiyanto, S.Pd.

Dijelaskannya, ragam hias atau ornamen diterapkan di media kayu tersebut. Tidak hanya sebatas melukis saja, namun juga membentuk dari kayu menjadi sebuah bentuk.

Upaya yang dilakukan agar anak – anak tidak merasa kesulitan ialah memberikan sebuah pembelajaran yang menyenangkan agar anak merasa senang terlebih dulu. Produk yang sudah dihasilkan sementara berupa papan tlenan yang dilukis kemudian akan membuat gantungan kunci.

Selain Kriya, terdapat tiga bab pelajaran keterampilan lain yang masuk dalam pelajaran prakarya. Diantaranya pengolahan memasak, rekayasa kelistrikan dan budidaya ikan konsumsi.

“Kalau di prakarya seni saya ambil dua, Seni Kriya dan pengolahan memasak. Kalau di dalam memasak saya sampaikan seperti dengan plating bagaimana menyusun makanan itu supaya menarik,” imbuhnya.

Ditambahkannya, memasak juga termasuk dalam seni terkait dengan rasa di dalamnya. Pengolahan masak dengan saat ini dengan bahan perikanan dan peternakan. Praktek lebih banyak daripada teori.

“Untuk masakan kita bebaskan ke anak yang penting tidak memberatkan. Bahan – bahan dari anak sendiri dan pihak sekolah menyediakan kompor dan gasnya,” ujarnya.

Keterampilan sangat dibutuhkan di masa yang akan datang, harapan ke depannya anak menjadi pribadi yang memiliki keterampilan yang juga bisa dikembangkan dalam berwirausaha.

“Tujuan dari prakarya itu kan arahnya kesana, menciptakan sebuah peluang usaha, ending-nya kewirausahaan. Sejak dari awal saya tanamkan kepada anak, mereka berketerampilan tidak hanya sebatas untuk pelajaran saja, tapi bagaimana ke depannya bisa menjadi ladang untuk membuka usaha,” terangnya.

Kepala SMP N 3 Kota Magelang Harjanta, M.Pd mengatakan, penyeimbangan bakat seni dengan hal akademik merupakan penyeimbangan otak kanan dan kiri. Ternyata ketika anak – anak menggoreskan sebuah karya tidak bisa dengan pikiran yang galau, harus dengan perasaan yang tenang untuk hasil yang bagus.

“Hasil dari anak – anak bisa dipamerkan itu ada kepuasan tersendiri, sambil berwirausaha karyanya sekalian dicantumkan harga saja,” tuturnya.

SMPN 3 mempunyai kegiatan yaitu pameran sekolah yang rutin diadakan setiap tahun sebelum ujian nasional. Kegiatan tersebut ialah ajang publikasi karya dari semua siswa dan terbuka untuk umum, sehingga siapa saja bisa turut menyaksikan. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?