Tokoh

Mendikbud Nadiem Makarim Lulusan Harvard Business School

Siedoo, Ada wajah baru dalam Kabinet Indonesia Maju yang diumumkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Rabu (23/10/2019) pagi. Di antaranya adalah Nadiem Makarim. Eks bos salah satu transportasi online ternama di Indonesia itu ditunjuk presiden menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), menggantikan Muhadjir Effendy.

Dengan mengenakan baju batik, pria berusia 35 tahun itu turut diperkenalkan bersama menteri-menteri lain. “Saya perkenalkan, saya manggilnya mas karena dia masih muda. Mas Nadiem Makarim Mendikbud (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan),” kata Jokowi di halaman Istana Negara sambil duduk lesehan.

Tak lama setelah itu Nadiem berdiri dan melempar senyum. Melansir dari wikipedia.org, nama lengkapnya adalah Nadiem Anwar Makarim, lahir di Singapura 4 Juli 1984. Dia merupakan putra dari pasangan Nono Anwar Makarim dan Atika Algadri.

Ayahnya adalah seorang aktivis dan pengacara terkemuka yang berketurunan Minang-Arab. Sedangkan ibunya merupakan penulis lepas, putri dari Hamid Algadri, salah seorang perintis kemerdekaan Indonesia.

Nadiem menjalani proses pendidikan dasar hingga SLTA berpindah-pindah dari Jakarta ke Singapura. Sehabis menyelesaikan pendidikan SMA-nya di Singapura, pada tahun 2002 ia mengambil jurusan Hubungan Internasional di Brown University, Amerika Serikat.

Nadiem sempat mengikuti pertukaran pelajar di London School of Economics. Setelah memperoleh gelar sarjana pada tahun 2006, tiga tahun kemudian ia mengambil pasca-sarjana dan meraih gelar Master of Business Administration di Harvard Business School.

Nama Nadiem, sempat menghebohkan warga dunia maya saat dipanggil presiden pada Senin (21/10/2019) pagi. Dengan mengenakan kemeja putih sudah dipastikan akan mengisi komposisi kabinet.

"Saya SD di Indonesia, rumah selalu di Jakarta, background saya ibu lahir Pasuruan, ayah saya Pekalongan," ujar Nadiem dilansir dari detik.com.

Sedangkan untuk Muhadjir Effendy kini menjadi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK). (*)

Apa Tanggapan Anda ?