Advertorial Daerah

Siswa SMPN 11 Kota Magelang Belajar Langsung Pendidikan Politik di Gedung DPRD

MAGELANG  - Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 11 Kota Magelang, Jawa Tengah berupaya mengedukasi siswanya dengan berbagai cara. Salah satunya melakukan kunjungan ke gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota setempat. Hal ini dilakukan untuk memberi pengalaman tersendiri kepada siswa memahami pelajaran yang terkandung dalam Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

“Hal itu merupakan studi lapangan yang sesuai dengan mata pelajaran IPS. Kemudian kompetensi dasarnya di kelas VII tentang lembaga sosial dan politik, di situ juga mempelajari DPR dan MPR. Tujuan kita ke sini agar anak – anak mengerti langsung kantornya, kegiatan, orang dan tugasnya,” kata Guru IPS SMPN 11, Nur Hasanah, S.Pd.

Nur menjelaskan, siswa yang ke gedung DPRD merupakan kelas VII yang diwakili 10 anak di setiap kelasnya. Pertanyaan yang muncul diantaranya syarat menjadi anggota DPRD, tugas pokok dan fungsi, lama masa tugas, penjelasan tentang pergantian waktu, jumlah komisi, tugas komisi, siapa ketua DPRD dan ketua komisi.

Bagaimana cara anggota DPRD memperoleh informasi dari warga, berapa kali anggota dewan mengadakan rapat paripurna dalam satu tahun dan apa upaya yang dilakukan anggota DPRD dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kota Magelang.

Para siswa mendengar penjelasan dari anggota DPRD yang merupakan jawaban dari sepuluh soal yang sebelumnya sudah diberikan kepada anggota DPRD dari sekolah. Semua anggota Komisi C hadir menemui mereka.

Dirinya mengaku, mendapat penjelasan, bahwa anggota Komisi C akan mengupayakan untuk meningkatkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk kegiatan pendidikan di Kota Magelang.

“Setelah dijelaskan, anak – anak boleh bertanya jika ada yang kurang jelas,” imbuhnya.

Setelah kegiatan, perwakilan sepuluh anak dari tiap kelasnya tersebut diharapkan bisa menularkan kepada teman-temannya. Ketika pelajaran IPS dijadikan satu kelompok untuk mensosialisasikan tentang DPRD.

Harapannya agar anak – anak termotivasi dengan pengetahuan mereka, mungkin ada yang ingin bercita-cita kelak ketika sudah besar akan terjun ke dunia politik.

Menurutnya, edukasi politik dinilai penting karena manusia pada dasarnya harus punya bekal politik untuk kehidupan keluarga, masyarakat atau terjun di suatu wilayah seperti desa dan kota.

“Kita berpolitik itu kan bekerja sama dengan orang lain, kalau berpolitik yang ringan di sekolah ini bagaimana mereka (siswa) berkompetisi dengan teman – temannya untuk menjadi ketua kelas atau pengurus OSIS. Kemudian nanti berkembang di masyarakat seperti ketua RT atau Kepala Desa,” ujarnya.

Kepala SMPN 11 Kota Magelang Al Kukoh Sri Santoso, S.Pd., M.Pd mengatakan, banyak dari anak – anak yang menanyakan kaitannya kinerja dari DPRD dan harapannya juga. Hal tersebut membuat mereka mendapat banyak ilmu.

“Kita bisa tahu bagaimana kinerja dari DPRD dan dikaitkan dengan pelajaran yang diterima anak dari guru. Kemudian kita menjalin hubungan yang baik antara sekolah, anak-anak dan DPRD. Harapannya anak dibawa ke sini dengan melihat situasi dan kondisi bisa mendapat motivasi,” kata Al Kukoh.

Selain itu, SMP N 11 Magelang sebelumnya juga melakukan simulasi bencana yang merupakan penguatan pendidikan karakter, dikaitkan dengan satuan pendidikan aman bencana.

“Harapannya nanti saat genting terjadi bencana seperti gempa, gunung meletus atau kebakaran, anak – anak sudah pernah latihan bagaimana menyelamatkan diri dan menyelamatkan orang lain,” imbuhnya.

Simulasi yang dilakukan antara lain, gempa bumi, gunung meletus, kebakaran. Kegiatan tersebut bekerja sama dengan Pemadam Kebakaran (Damkar), Palang Merah Indonesia (PMI), Polsek Magelang Utara dan Komite sekolah. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?