Nasional

Bidikmisi Diubah Menjadi KIP Kuliah, Uang Per Bulannya Naik

JAKARTA - Di tahun depan, program Bidikmisi akan diganti menjadi Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Penerima bantuannya pun meningkat dibanding Bidikmisi. Jumlahnya Rp 700.000 per bulan, meningkat Rp 50.000 dibanding tahun ini.

"Untuk di negeri dan swasta itu sudah gratis dan biaya hidupnya tadinya dari Rp 600.000, saya naikkan Rp 650.000. Sekarang saya naikkan jadi Rp 700.000 per bulan dalam masa empat tahun. Jumlah yang kami berikan itu dulu Rp 4,25 triliun,” kata Menristekdikti Mohamad Nasir dilansir dari pikiranrakyat.com.

Sekarang mendekati 6 triliun khusus untuk beasiswa ini, jadi Rp 6 triliun ini khusus untuk KIP Kuliah nanti," tambahnya.

Kuota penerima Bidikmisi pada 2020, lanjutnya, jumlahnya mencapai 400.000 kursi dengan total anggaran hampir Rp 6 triliun. Dengan demikan, sejak digulirkan pada 2010, mahasiswa miskin yang menerima bantuan dana melalui program Bidikmisi ditargetkan mencapai 600.000 mahasiswa.

Melansir dari medcom.id, Nasir menargetkan, dalam waktu lima tahun ke depan, jumlah penerima KIP Kuliah baik penerima baru dan yang sedang berjalan menjadi dua juta mahasiswa. Untuk penerima KIP Kuliah, pihaknya menargetkan sebanyak 40 persen d iantaranya untuk pendidikan vokasi, dan sisanya pendidikan sarjana.

Politeknik di universitas, lanjut dia, siap untuk menambah kuota mahasiswa baru. Meskipun KIP Kuliah merupakan lanjutan dari program beasiswa KIP untuk jenjang SD hingga SMA, tidak serta-merta penerima KIP bisa langsung mendapatkan beasiswa KIP Kuliah.

Menurut dia, tetap perlu seleksi untuk penerima KIP Kuliah. "Kami akan menverifikasi penerima, apakah benar-benar miskin atau tidak sebelum mendapatkan beasiswa," terang dia.

Melansir dari antara.com, Direktur Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi, Didin Wahidin mengatakan, sebagai tahap awal, KIP kuliah akan memberi prioritas pada mahasiswa yang kuliah di bidang science dan vokasi. Sedangkan untuk bidang atau ilmu-ilmu sosial pada tahap selanjutnya.

"Bukannya tidak ada untuk ilmu-ilmu sosial," katanya.

Dengan KIP Kuliah, lanjutnya, mereka yang saat sekolah (SMA sederajat) sudah memiliki KIP, maka eligible bisa mendapatkan KIP Kuliah. Untuk PTN, ada kewajiban memberi porsi 20 persen beasiswa bagi mahasiswa yang kurang mampu.

Sementara bagi PTS tidak ada kewajiban itu. Meski beasiswa disediakan untuk semua perguruan tinggi, banyak PTS yang tidak berkenan. Namun, bukan berarti PTS tidak memberikan porsi beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu.

"Nominal beasiswanya hanya Rp 2,4 juta per semester. Memang ada PTS yang berharap mendapatkan beasiswa Bidik Misi, terutama yang uang semesternya tidak lebih dari Rp 2,4 juta, namun kebanyakan SPP di PTS, khususnya PTS yang besar dan maju, SPP-nya sudah di atas angka Rp 2,4 juta," ujarnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?