Pagelaran Wayang Kulit Dalang Ki Seno, dibintangi oleh Marwoto, Ciblek dan Alisa. | foto : Siedoo

Daerah

Pendidikan Wayang, Tontonan Sekaligus Tuntunan

DPRD Kota Magelang

MAGELANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Didsikbud) Kota Magelang, Jawa Tengah mengadakan Pagelaran Wayang Kulit di Alun-alun Kota Magelang, Sabtu malam (20/7/2019). Agenda ini sebagai wujud kontribusi Didsikbud dalam memperingati hari jadi Kota Magelang ke 1.113.

Pertunjukan seni wayang kulit yang berlakon Amarta Binangun didalangi Ki Seno Nugroho itu dengan bintang tamu Marwoto, Ciblek dan Elisa. Wayang dengan lakon Amarta Binangun bersinopsis, bahwa negara Amarta akan membangun sebuah negeri mulai dari fisik, mental maupun spiritual.

Namun dalam perjalanannya menemui gangguan dari Negeri Astina, yaitu kelompok Kurawa dan Patih Sengkuni yang iri dan ingin menggagalkan jalannya pembangunan di Negeri Amarta. Berkat kegigihan dan kekompakan dari para Punggawa, akhirnya setiap gangguan dapat diatasi.

“Hal ini selaras dengan kondisi Kota Magelang saat ini, bahwa dalam rangka mencapai visi Kota Magelang mewujudkan Kota Magelang sebagai kota jasa yang modern, cerdas, dilandasi masyarakat yang sejahtera dan religius. Ditunjukkan dengan adanya kerjasama yang baik antara pemerintah, masyarakat bersama seluruh elemen yang ada. Sehingga, kegiatan pembangunan dapat berjalan baik dan mencapai hasil yang sangat baik,” kata Kepala Disdikbud Kota Magelang, Taufiq Nurbakin, S.Pd, M.Pd.

Acara itu dihadiri ribuan warga Magelang dan tokoh pejabat daerah, diantaranya Walikota dan Wakil Walikota Magelang, DPRD Kota Magelang, Dewan Pendidikan Kota Magelang, hingga Sekretaris Mahkamah Agung RI, Achmad Setyo Pudjoharsoyo, SH., M.Hum.

"Kegiatan wayang kulit ini dilaksanakan dengan maksud dan tujuan yang utama untuk memeriahkan hari jadi Kota Magelang. Selain itu, dalam rangka melestarikan dan memajukan budaya," jelas Taufiq.

Tujuan lain untuk menanamkan nilai–nilai luhur, kearifan dan keteladanan dari cerita dan tokoh pewayangan. Sehingga, diharapkan disamping sebagai tontotan yang menghibur sekaligus sebagai tuntunan bagi masyarakat.

"Disamping itu tujuannya membangkitkan potensi dan minat untuk mengenalkan wayang kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Sehingga, ada kemauan dan upaya untuk selalu menjadi dikenal masyarakat di era milenial sekarang," jelas dia.

Pada kesempatan itu, masyarakat juga dihibur dengan paduan suara dari Grup Panembromo yang terdiri dari para Kepala Sekolah se-Kota Magelang dan Karawitan dari siswa SD N Rejowinangun Selatan 2. Pada malam hari itu juga disiapkan jamuan makan malam kepada masyarakat sebanyak 24 gerobak. Ada  wedang ronde, jajanan pasar, bakmi goreng, bakso magelangan, bakmi magelangan, ada kupat tahu dan sebagainya.

Selain itu, dalam acara tersebut dilakukan penyerahan hadiah pemenang lomba gunungan palawija. Juara 1 diraih Kelurahan Kemirirejo, juara 2 Jurangomo Selatan, juara 3 Kelurahan Rejowinangun Utara, harapan 1 Kelurahan Gelangan,  harapan 2 Kelurahan Magelang, harapan 3 Kelurahan Wates.

Pemenang lomba kirab budaya diantaranya juara 1 diraih oleh SMP N 2 Magelang, juara 2 SMP N 13 Magelang dan juara 3 Smp N 1 Magelang, juara harapan 1 SMP N 11 Magelang, juara harapan 2 SMP N 6 Magelang dan harapan 3 diperoleh Mustika Gold. Masing – masing pemenang memperoleh piagam dan uang pembinaan.

“Acara yang cukup bagus, bisa menyatu antara forum pimpinan daerah, Walikota dan masyarakat untuk mendapatkan hiburan wayang. Perayaan hari jadi Kota Magelang tidak hanya milik beberapa (pihak) saja, tapi milik bersama,” kata Kepala SMP N 1 Kota Magelang Nurwiyono S.N, M.Pd. (Siedoo) 

Apa Tanggapan Anda ?
Dirgahayu RI Kota Magelang