SMA Mutual Kota Magelang

Kadisdik Jabar Dewi Sartika. (foto: disdik.jabarprov.go.id)

Daerah

Kadisdik Jabar : Siswa yang Lolos SBMPTN Harus Mampu Berdaya Saing


JABAR – Siswa yang lolos Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2019 agar mampu meningkatkan kompetensi di perguruan tinggi. Demikian pesan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar), Dewi Sartika.

“Kalian harus terus berjuang untuk meningkatkan kemampuan,” ujarnya dilansir dari disdik.jabarprov.go.id.

Kadisdik juga mengimbau seluruh siswa agar selalu menjaga kesehatan dan berjuang untuk menjadi anak muda yang berprestasi serta mampu membanggakan keluarga dan alamamater.

“Kalian harus mampu berdaya saing agar dapat meraih kesuksesan,” ujarnya.

Berdasarkan data Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), sebanyak 168.742 siswa lulus SBMPTN tahun 2019. Seluruh siswa tersebut diterima 85 perguruan tinggi negeri (PTN) yang ada di Indonesia.

Siswa yang diterima di ujian kelompok sains dan teknologi sebanyak 84.444 peserta, ujian kelompok sosial dan hukum 82.3394 peserta, dan ujian kelompok campuran 1.904 peserta.

Sedangkan berdasarkan jalur masuk, sebanyak 48.965 siswa ditrerima melalui jalur Bidikmisi dan 119.777 lainnya diterima melalui jalur non-Bidikmisi.

“Dengan rasa bangga saya ucapkan selamat kepada seluruh siswa yang telah lulus,” tandasnya.

Dari total siswa yang lulus, enam di antaranya berasal dari Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 13 Bandung. Staf Humas SMKN 13 Bandung, Maya Kusumayanti mengatakan, enam siswanya tersebut diterima di perguruan tinggi dengan jurusan yang berbeda.

Keenam siswa tersebut adalah Wiwi (Universitas Islam Negeri/UIN Sunan Gunung Djati Bandung jurusan sosiologi), Melcan (Universitas Pendidikan Indonesia/UPI jurusan film dan televisi).

Lalu Arief W. (Institut Pertanian Bogor/IPB jurusan meteorologi terapan), Ismail (UPI jurusan manajemen resort dan leisure), Aniisa Islamiati (Universitas Jenderal Soedirman/Unsoed jurusan agroteknologi), dan Fariz (UPI jurusan seni rupa).

Maya menuturkan, beberapa siswanya pun ada yang telah lolos mengikuti jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

Baca Juga :  Unpad Hapus Ujian Tulis, SBMPTN Kini Pakai Metode Berbasis Komputer

“Sedangkan yang lainnya telah diterima bekerja di perusahaan dan industri yang ada,” tuturnya.

Tahun ajaran ini, SMKN 13 Bandung mewisuda 345 lulusan tahun ajaran 2018/2019. Bahkan, sebanyak 70% lulusan SMK yang merupakan reviltalisasi pemerintah ini sudah diterima bekerja di beberapa perusahaan.

Sekolah yang memiliki 3 program studi unggulan ini sudah mendapatkan akreditasi A. Salah satu keunggulan yang dimiliki sekolah ini, yakni kerja sama dengan pihak industri. Hal ini tentu memudahkan siswa untuk mendapatkan pekerjaan sesuai keahliannya.

Selain itu, pengembangan pendidikan karakter dan kreativitas melalui ekstrakurikuler pun dikedepankan.

Kepala SMKN 13 Bandung, Ino Soprano menegaskan komitmennya dalam mengoptimalkan kerja sama dengan pihak industri. Selain membuat program pengenalan lapangan (PPL) untuk memudahkan akses lapangan pekerjaan bagi siswa, pihak sekolah juga menjalin kerja sama dengan mengadakan kelas industri.

“Jadi siswa bukan hanya melaksanakan PPL, tapi juga kita buatkan program kelas industri, yakni kelas yang dibina langsung oleh pihak industri,” ungkapnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?