Mendikbud Muhadjir Effendy. (foto: disdik.jabarprov.go.id)

Nasional

Mendikbud : Guru Asing Tidak Akan Gantikan Guru Lokal


JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy menyatakan, guru yang didatangkan dari luar negeri tidak akan menggantikan guru lokal. Guru asing tersebut hanya bekerja selama 4 sampai 6 bulan untuk melatih guru lokal yang kompetensinya di bidang vokasi dianggap lemah.

Dinyatakan hal itu bukan mengimpor, tetapi mengundang guru untuk program training of trainer (TOT). Salah satu pertimbangan mendatangkan instruktur/guru dari luar negeri adalah untuk meningkatkan kemahiran instruktur atau guru Indonesia.

“Agar lebih efisien daripada mengirim instruktur atau guru Indonesia ke luar negeri,” ujarnya di Kantor Kemendikbud dilansir dari pikiranrakyat.com.

 

Muhadjir menuturkan, mengundang guru asing bertujuan mempercepat peningkatan kapasitas vokasi di sekolah menengah kejuruan (SMK). Guru yang diundang adalah guru di bidang sains, teknologi, matematika, dan permesinan. Kemendikbud juga sudah mengirimkan 1.200 guru untuk mengikuti pelatihan di luar negeri, seperti Tiongkok, Jepang, dan Australia.

“Sasaran utamanya adalah untuk peningkatan kapasitas pembelajaran vokasi di SMK juga pembelajaran science, technology, engineering and mathematics (STEM),” tutur Muhadjir dilansir harnas.co.

Mendikbud berharap program tersebut tetap berlanjut setelah dikirim sebanyak 1.200 guru ke luar negeri.

“Sehingga target pengiriman guru kursus ke luar negeri sebanyak 7.000 guru tahun ini bisa tercapai,” kata Mendikbud ditulis krjogja.com.

Diketahui, setiap tahun lulusan SMA/SMK lebih dari 3,5 juta siswa. Sedangkan yang bisa ditampung di perguruan tinggi hanya sekitar 1,8 juta. Sekitar 1,6-1,7 juta lulusan lainnya masuk ke pasar tenaga kerja. Kondisi demikian telah berlangsung selama 10 tahun terakhir.

Selain mendatangkan guru asing, pemerintah juga sejak 3 tahun terakhir mulai menerapkan program guru keahlian ganda untuk meningkatkan kompetensi guru SMK. Pendekatan semacam ini dilakukan oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan (LPTK) melalui sistem exchange program. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?