SMA Mutual Kota Magelang

Menristekdikti Mohamad Nasir. (foto: ristekdikti.go.id)

Internasional

Baru Tiga PTN BH yang Masuk 500 Besar Dunia


SEMARANG – Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) harus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), riset dan inovasi agar dapat bersaing di tingkat dunia. Dengan menjalankan program strategis yang telah dicanangkan Kementerian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti), seluruh PTN BH diharap dapat masuk ke peringkat 500 besar dunia.

Menristekdikti Mohamad Nasir menyatakan saat ini dari 11 PTN BH, baru tiga yang masuk ke peringkat 500 besar dunia. Yaitu, Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

“PTN BH kami anggap sudah memiliki visi dan sarana yang maju. Kami dorong terus agar bisa masuk 500 besar semua,” kata Nasir.

Menteri Nasir menambahkan untuk mencapai harapan publik dengan program-program strategis yang dijalankan maka PTN BH memerlukan ‘governance’ yang baik termasuk pembagian kerja organ MWA, Rektor dan Senat.

Menteri Nasir sampaikan lebih lanjut kepada delegasi dari 11 PTN BH di Indonesia bahwa negara yang maju bukanlah negara yang memiliki jumlah penduduk besar maupun luas wilayahnya, melainkan mereka yang berinovasi.

“Di dunia negara yang maju bukan karena jumlah penduduk yang besar, bukan luas negaranya yang besar. Negara yang maju adalah negara yang berinovasi dalam teknologi. Karena itu negara yang tidak berinovasi akan tertinggal,” ujarnya.

Dinyatakan, bahwa harapan publik pada PTN BH menjadi ‘Leading University’ di Indonesia dan menjadi pemacu peningkatan daya saing dan kesejahteraan. Adapun beberapa program strategis yang harus dijalankan yaitu penguatan riset dan inovasi, pengembangan sumber daya, implementasi revolusi industri 4.0.

“Dan penguatan excellent teaching dan learning,” ujar.

Sementara itu, Rektor Universitas Diponegoro, Yos Johan Utama mengusulkan kepada Menristekdikti agar pengurusan terkait guru besar bisa dilakukan otonom di masing-masing perguruan tinggi.

Baca Juga :  Peringkat UGM di Mata Dunia

“Berikan kami mandat kemandirian dalam mengatur guru besar, atau paling tidak lektor kepala. Ini akan mengurangi beban di pusat,” kata Yos.

Menristekdikti saat di Semarang, Jawa Tengah membuka Sidang Komisi C Majelis Senat Akademik Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (MSA PTN-BH) awal bulan ini.

Sementara itu Ketua Majelis Senat Akademik PTN BH Priyo Suprobo memaparkan, sidang tersebut digelar dua hari. Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini berharap rumusan kebijakan yang dihasilkan dapat  menjadi bahan kebijakan Kemenristekdikti.

“Kami usulkan kenaikan jabatan guru besar dilakukan oleh PTN BH. Hal ini didasari atas kebebasan otonom akademik yang diberikan pada 11 PTN BH,” ujarnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?