Daerah

Kantin Kejujuran di Sekolah Bentuk Karakter Siswa

MAKASSAR – Kantin kejujuran di sekolah-sekolah kini semakin populer. Di antaranya ada di MTsN 1 Makassar, Sulawesi Selatan. Kantin kejujuran dengan nama “Halalan Thayyiban” sempat dikunjungi Pembina Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Trisna Willy Lukman Hakim.

Kehadiran Trisna Willy, disambut meriah oleh siswa-siswa MTsN 1 Kota Makassar dengan pengalungan sarung tenun sutra. Tak ketinggalan, iringan tarian dan musik padduppa khas Sulawesi Selatan yang dibawakan langsung oleh siswa-siswi MTsN 1 Makassar menambah kemeriahan penyambutan istri Menteri Agama tersebut, Jumat (1/3/2019).

Trisna Willy mengapresiasi dan mendukung keberadaan kantin tersebut. Ditandaskan, perilaku jujur memang sangat perlu ditanamkam sejak dini. Kantin tersebut menjadi keunggulan tersendiri untuk madrasah yang beberapa waktu lalu menjuarai kompetisi robotik tingkat nasional ini.

“Saya percaya, dengan perilaku jujur pasti mujur," ucap perempuan yang juga aktif sebagai agen Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) dilansir dari kemenag.go.id.

Kantin kejujuran "Halalan Thayyiban" MTSN 1 Makassar sudah berdiri sejak tahun 2009. Pendirianya untuk membentuk karakter siswa/siswi jujur pertanggung berperilaku jujur dan bertanggung jawab untuk diri sendiri dan lingkungan.

“Kantin ini sebagai wadah,"ucap Marlina, guru sekaligus penanggung jawab kantin kejujuran tersebut.

Di Solo, Jawa Tengah juga ada kantin kejujuran di sekolah, seperti di SMA 6 Solo. Kantin ini menjadi percontohan hasil kerjasama Pemkot Solo dengan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah. Selain SMA ini, kantin kejujuran tersebut juga didirikan di SMP Negeri 10 Solo.

Melansir dari voaindonesia.com, Kepala Dinas Pendidikan Pemkot Solo, Etty Retnowati berharap kantin-kantin Kejujuran di sekolah akan bisa terus bertahan meski banyak yang bertumbangan karena merugi.

“Ini cara melatih anak berkarakter jujur. Sangat bagus. Kita berharap ini tidak hanya hangat-hangat tahi ayam, atau berlangsung singkat. Inginnya terus," kata Etty.

Walikota Solo, Hadi Rudyatmo mengungkapkan rata-rata modal yang dibutuhkan untuk mendirikan kantin kejujuran tidak terlalu banyak. Menurut Rudy, Solo berencana memberlakukan pembentukan kantin kejujuran di seluruh sekolah tingkat SD, SMP, maupun SMA di Solo.

“Kita akan panggil kepala sekolah masing-masing SD, SMP, atau SMA. Setiap kantin kejujuran itu butuh biaya berapa. Kalau modal kecil ya tidak masalah. Ini juga kalau yang dibentuk hanya di dua sekolah ini, SMA 6 dan SMP 10, sekolah lain akan bereaksi. Makanya akan kita usahakan semua sekolah punya kantin kejujuran. Pionirnya kan sudah ada," kata Hadi Rudyatmo. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?