Kegiatan boot camp Citi Foundation untuk 200 anak muda dari Yogyakarta, Klaten, Sleman, dan Magelang. foto: siedoo.com

Nasional

Unesco Dampingi Wirausaha Muda di Kawasan Situs Budaya Dunia

DPRD Kota Magelang

YOGYAKARTA - Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan, Perserikatan Bangsa-Bangsa (Unesco) Jakarta bersama dengan Citi Indonesia (Citibank) memberikan pendampingan kepada wirausaha muda melalui program Creative Youth at Indonesian Heritage Sites.

Sebanyak 400 wirausaha muda terutama dari kawasan Danau Toba, Yogyakarta, Jawa Tengah dan Kota Tua Jakarta mendapatkan manfaat dari situs-situs warisan budaya dan destinasi wisata.

Sebagai langkah awal dari program ini Unesco menyelenggaraan rangkaian lima boot camp untuk 200 anak muda dari Yogyakarta, Klaten, Sleman, dan Magelang, termasuk di antaranya para anak muda dari kawasan Candi Borobudur dan Candi Prambanan.

Tercatat sembilan sektor industri kreatif tergabung dalam boot camp ini, mulai dari tata busana, kerajinan tangan, tata boga, pariwisata, audio-visual, seni, desain interior, arsitektur, periklanan, hingga pengembangan game.

Director Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia, Elvera N. Makki, mengatakan menjelaskan program bertujuan untuk meningkatkan pendapatan para anak muda yang tinggal di situs-situs warisan budaya dan destinasi wisata prioritas di Indonesia sehingga mereka pun dapat berkontribusi pada kondisi ekonomi setempat.

"Kami memberikan rangkaian pelatihan kewirausahaan, para peserta mendapatkan pendampingan keterampilan yang memiliki daya saing, akses finansial, serta sumber daya lain yang dapat membantu mengarahkan mereka menuju sukses," jelas Elvera.

Rangkaian kegiatan boot camp ini diadakan di Yogyakarta dan Kawasan Borobudur selama bulan Januari 2019 lalu, dengan menghadirkan para pakar dan praktisi di bidangnya masing-masing.

Kurikulum yang ditawarkan termasuk pelatihan di bidang pengembangan usaha dan metodologi pengelolaan finansial, sesi pengenalan nilai-nilai budaya dan pentingnya melestarikan warisan budaya.

"Tidak hanya itu, sesi mengenai pemasaran melalui media sosial menggunakan teknik-teknik bercerita juga diberikan kepada peserta," imbuhnya.

Director and Representative of Unesco Office, Jakarta, Prof. Dr Shahbaz Khan, menyampaikan rasa terima kasih kepada Citi Foundation yang telah memungkinkan program ini untuk dapat berjalan.

"Kami berharap para anak muda dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya," ucap Shahbaz.

Menurutnya, industri kreatif Indonesia sedang mengalami pertumbuhan pesat dan diharapkan dapat menjadi penggerak roda ekonomi baru. Oleh karenanya, wirausaha muda di sektor kreatif memiliki peluang untuk menciptakan perubahan dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

"Ini akan membawa nafas segar pada pelestarian warisan budaya Indonesia," ujarnya.

Setelah mengikuti program boot camp, para para penerima manfaat akan mendapatkan online-mentoring pengembangan rencana strategi usaha selama tiga bulan ke depan. Proses mentoring dan pendampingan teknis akan disesuaikan dengan kebutuhan dari masing-masing sektor yang mengikuti program ini.

Selain program ini, Unesco juga sedang dalam proses membangun kolaborasi dengan beberapa perguruan tinggi di Yogyakarta untuk mengembangkan kampanye Branding Bahagia. Kampanye ini akan berusaha untuk menjawab permasalahan mengenai identitas produk dan strategi pemasaran yang banyak dihadapi oleh para penerima manfaat.

"Branding Bahagia ini diharapkan dapat menawarkan jalinan kolaborasi yang lebih erat dan berkelanjutan antara para penerima manfaat dan kaum akademisi/mahasiswa di perguruan tinggi," papar Shahbaz. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?
Dirgahayu RI Kota Magelang