Dr. Endang Tri Wahyuni Maharani, M.Pd bersama keluarga usai sidang promosi doktor. (foto: unimus.ac.id)

Tokoh

Tambah Doktor Baru, Unimus Kian Eksis


Siedoo, Awal tahun 2019 ini Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Jawa Tengah semakin eksis. Salah satu dosennya berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Pendidikan Studi Manajemen Kependidikan Pascasarjana Universitas Negeri Semarang (Unnes), yaitu Endang Tri Wahyuni Maharani.

Raihan gelar itu dipromotori oleh  Prof. Dr. Rasdi Ekosiswoyo, M.Sc dengan Co Promotor Prof. Dr. Tri Joko Raharjo, M.Pd dan anggota promotor Dr. Kardoyo, M.Pd. Adapun penelitian disertasi Endang berjudul ‘Pengembangan Model Manajemen Pelatihan Instrumentasi Kimia Berbasis Kompetensi Bagi Dosen Kimia Analis Kesehatan’.

Dosen Progam Studi S1 Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) itu berhasil mempertahankan disertasinya dengan predikat sangat memuaskan.

Dikemukakan oleh sekretaris sidang yang juga Direktur Program Pasca Sarjana Unnes Prof. Dr. H. Achmad Slamet, M.Si bahwa Dr. Dra. Endang Tri Wahyuni Maharani, M.Pd menjadi doktor yang ke-219 di Program Studi Manajemen Kependidikan Unnes.

Ibu dari 2 putra dan 1 putri tersebut mengungkapkan, dosen yang memiliki kompetensi dan kapabilitas tinggi memiliki peran penting dalam pengembangan potensi peserta didik. Kemampuan dosen menjadi bekal yang  baik dalam pembelajaran dan dapat ditingkatkan melalui pelatihan.

Pelatihan yang sistematik dan dikelola dengan baik akan melahirkan tenaga pendidik yang bermutu. “Pelatihan dosen kimia pada program studi analis kesehatan dapat menjadi  solusi untuk mengoptimalkan kemampuan dosen kimia,” ungkap Endang.

Menerapkan fungsi manajemen

Menggunakan metode Research and Development Endang melakukan penelitian pada dosen empat program studi analis kesehatan negeri dan swasta di Kota Semarang. Model manajemen pelatihan IKBK bagi dosen kimia analis kesehatan hasil pengembangan ini didasarkan pada analisis kebutuhan peserta pelatihan dengan menerapkan fungsi manajemen.

“Yaitu meliputi, perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, evaluasi, monitoring serta dilakukan tindak lanjut pascapelatihan untuk mengetahui kemampuan profesional pembelajaran instrumentasi kimia,” tegas Endang.

Baca Juga :  Disertasi Fatwa Politik NU, Antarkan Muh Baehaqi Menyandang Gelar Doktor

Model manajemen pelatihan instrumentasi kimia berbasis kompetensi bagi dosen kimia analis kesehatan mampu meningkatkan profesionalitas dosen dalam menggunakan instrumentasi kimia.

“Tentunya model ini diterapkan dengan memenuhi syarat-syarat yang ditentukan seperti kurikulum, bahan ajar (hand out) dan instruktur yang tepat,” tegasnya.

Model final manajemen pelatihan instrumentasi kimia berbasis kompetensi bagi dosen kimia analis kesehatan layak untuk diterapkan pada pelatihan dosen analis kesehatan. Melalui temuannya, Endang berharap tidak hanya memberikan konstribusi secara teoritis, tetapi juga berkonstribusi secara praktis pada peningkatan kualitas lembaga pelatihan dan dosen analis kesehatan.

Dr. Endang Tri Wahyuni Maharani, M.Pd memberikan kado indah akhir tahun 2018 bagi Unimus dengan menjadi doktor ke-2 di program studi pendidikan kimia Unimus dan menjadi doktor ke-34 di Unimus.

Rektor Unimus Prof. Dr. Masrukhi berharap dengan bertambahnya doktor baru bisa menambah kekuatan Unimus, dari segi SDM dan kualitas dalam hal layanan terhadap mahasiswa. Gelar doktor yang diperoleh diharapkan dapat mengembangkan profesionalisme sebagai dosen.

“Model Manajemen Pelatihan Instrumentasi Kimia Berbasis Kompetensi yang dikembangkan oleh Dr. Endang Tri Wahyuni Maharani, M.Pd akan memberikan kontribusi positif pada kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia” papar Prof. Masrukhi, dilansir unimus.ac.id. (*)

Apa Tanggapan Anda ?
SD Mutual Kota Magelang