Inovasi Tokoh

Helm Pintar Karya Siswa SMA 1 Demak

DEMAK - KREATIVITAS siswa SMA 1 Demak, Jawa Tengah, Qummas Naziq Yustiary (17), memadukan telepon seluler dengan helm, mengantarnya menjadi nomine dalam lomba inovasi teknologi tingkat nasional.

Qummas berhasil membuat helm yang selama ini hanya dipakai untuk pengaman kepala bagi pengendara sepeda motor, menjadi helm multifungsi. Helm tersebut disulap menjadi sarana komunikasi yang tak lagi merepotkan pengendara motor ketika menerima telepon panggilan. Bahkan, juga bisa membacakan semua pesan SMS maupun WA yang masuk.

Helm pintar yang kini dalam proses hak paten sebelum diproduksi massal tersebut, sebelumnya diciptakan untuk membantu ojek online. Helm yang dilengkapi headset tersebut dapat mengarahkan pengguna menuju lokasi yang dituju.

”Helm berbasis GPS ini menjalankan perintah dan permintaan lewat suara. Untuk mengoneksikan dengan telepon seluler, cukup disambung melalui bluetooth, sehingga lebih praktis,” kata Qummas, seperti dikutip suaramerdeka.com.

Hasil karya Qummas telah menyabet sejumlah penghargaan baik tingkat kabupaten, provinsi, dan kini masuk nomine tingkat nasional.

”Penilaian lomba pertengahan Oktober 2018 ini mudah-mudahan berhasil menjadi juara,” harap Qummas yang mengaku terus melangkapi fitur guna menambah kenyamanan pengguna helm tersebut.

Tambahan fitur yang terbaru adalah fasilitas komunikasi antarpengguna helm, yakni antara pengemudi dan pembonceng bisa saling bicara tanpa harus membuka helm atau menengok ke belakang. Dia mengaku sudah ada tiga perusahaan yang tertarik untuk memproduksi helm pintar tersebut.

Nanti helm akan digunakan untuk mendukung jasa ojek online dan dapat digunakan untuk perorangan. Kemasan akan dibuat lebih menarik, semua sarana teknologi tertanam dalam helm, sehingga tidak terlihat dari luar. Dengan pemakaian helm pintar, ia berkeyaninan dapat membantu pengendara sepeda motor untuk bisa tetap fokus saat sedang berkendara.

Helm pintar ini akan menunjukkan arah alamat yang dituju melalui pesan suara dari GPS, sesuai perintah yang disampaikan pengguna. Menurut Qummas, apabila pengguna merasa tidak memerlukan komunikasi yang terdapat di helm, perangkat dapat dengan mudah dinon-aktifkan.

”Cukup tekan on dan off yang ada helm sebelah kanan. Maka fungsi teknologi komunikasi akan langsung off. Untuk menyalakan kembali tinggal menekan ulang tombol tersebut,” ungkap pelajar yang tinggal di Desa Sidogemah, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah itu. (Siedoo) 

Apa Tanggapan Anda ?