Tiga Calon Rektor Universitas Padjadjaran 2019-2024, Aldrin Herwany, PhD (kiri), Prof. Atip Latipulhayat, PhD, (kedua dari kiri) dan Prof. Dr. Obsatar Sinaga,(kedua dari kanan), menyampaikan gagasan di hadapan mahasiswa Unpad. foto: unpad.ac.id

Daerah Kegiatan

Tiga Calon Rektor Unpad Adu Gagasan Atasi Mahasiswa Putus Kuliah


BANDUNG – Dari delapan Bakal Calon Rektor Universitas Padjajaran (Unpad) 2019-2024, akhirnya ditetapkan tiga calon rektor. Mereka adalah Dr. Aldrin Herwany, PhD, Prof. Atip Latipulhayat, PhD, dan Prof. Dr. Obsatar Sinaga.

Jika diantara mereka menjabat sebagai rektor, pihak kampus tidak akan membiarkan mahasiswanya putus kuliah hanya karena terkendala biaya. Hal ini sudah menjadi komitmen universitas di Bandung, Jawa Barat tersebut sejak dulu.

Komitmen tersebut disampaikan saat menyampaikan sosialisasi gagasan di hadapan mahasiswa Unpad di Bale Santika Unpad, Jatinangor, Selasa (25/9/2018).

Menurut Dr. Aldrin, Unpad harus memperhatikan kebutuhan dasar mahasiswa, yaitu akademik dan nonakademik. Kepastian untuk tetap berkuliah di Unpad merupakan sisi yang harus diperhatikan dari sudut pandang nonakademik.

Ia berpendapat, Unpad memiliki banyak aset yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan bisnis. Selain menggunakan dana universitas dan kemitraan, dana beasiswa bagi mahasiswa tidak mampu bisa diperoleh dari hasil aset bisnis Unpad.

Dr. Aldrin, Prof. Atip juga menjamin tidak ada mahasiswa Unpad yang drop out karena masalah biaya. Pengaturan dana yang dimiliki Unpad menjadi upayanya dalam memberikan beasiswa kepada mahasiswa.

“Kita bisa memberikan beasiswa dari berbagai dana-dana yang dimiliki Unpad, baik itu dari pemerintah maupun lainnya. Dasar keuangannya ada,” kata Prof. Atip dilansir dari unpad.ac.id.

Sementara itu Prof. Obsatar berpendapat, untuk mencegah mahasiswa putus kuliah di tengah jalan perlu adanya sistem subsidi silang. Para orang tua mahasiswa yang mampu diharapkan dapat berkontribusi menyubsidi mahasiswa yang kurang mampu.

Selain itu, Prof. Obsatar juga mendorong adanya beasiswa korporat dari pihak ketiga, hasil pemanfaatan aset, hingga program beasiswa dari dana Unpad sendiri.

Dalam sosialisasi gagasan tersebut, Dr. Aldrin menyampaikan gagasan menjadikan Unpad dari perguruan tinggi riset menuju perguruan tinggi sinegi dan inovatif.

Gagasan yang diangkat Prof. Atip adalah mengelaborasikan visi utama Unpad dengan Pola Ilmiah Pokok, dan budaya organisasi Unpad.

Gagasan yang diangkat Prof. Obsatar adalah membangun Unpad menjadi “smart university to the world university”.

Berdasarkan agenda PPR, pemilihan dan penetapan rektor akan berlangsung pada 18 September hingga 11 Oktober 2018. Pelantikan Rektor Unpad akan dilaksanakan pada 2 April 2019. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?