Daerah

Sekolah Pendidikan Karakter Akan Dikembangkan

MAGELANG. Sekolah Menengah Atas Taruna Nusantara (SMA TN), Magelang, Jawa Tengah, menggelar Seminar Nasional Sekolah Pendidikan Karakter dengan tema merumuskan standar sekolah pendidikan karakter yang berguna bagi masa depan bangsa dan negara. Seminar tersebut bertujuan mencari SMA yang sanggup menjadi sekolah pendidikan karakter.

Sebagai pembicara dalam seminar tersebut antara lain Ketua Lembaga Taman Siswa, Sri Edi Swasono, Dirjen Dikdasmen Kemendikbud, Hamid Muhammad, serta pejabat dari Pemprov DIY yang mewakili Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Pada diskusi tahap kedua dengan narasumber Kepala Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN) Brigjen TNI (Purn) Drs. H. Putut Winarno, serta utusan dari KPAI dengan materi psikologi anak, pengasuh Ponpes Gontor Maulana, Habib Muhammad Lutfi. Selanjutnya dilakukan diskusi panel dengan moderator Humas SMA TN, Cecep Iskandar.

Kepala LPTTN Brigjen TNI (Purn) Putut Winarno mengatakan, latar belakang acara itu untuk mengajak lembaga pendidikan setingkat SMA dalam rangka mendidik anak berbakat di seluruh Indonesia. Khususnya untuk memberi pandangan tentang pendidikan karakter dan bagaimana pentingnya pendidikan karakter untuk bangsa dan negara ini.

”Seperti dilakukan di SMA TN, pendidikan karakter memang diprioritaskan karena menyadari sepandai-pandai manusia kalau tanpa didukung mental dan moral yang bagus tidak akan bisa menjadi pemimpin yang baik,” katanya.

Selebihnya dijelaskan, SMA TN bukan merupakan SMA unggulan. Namun SMA TN merupakan sekolah untuk menyiapkan pemimpin di masa yang akan datang. Baik pemimpin di lingkungan TNI, Polri, pemimpin di swasta, maupun di lembaga pendidikan.

Sehingga di SMA TN, para siswa di samping dibekali masalah intelektual juga pendidikan karakter sesuai kurikulum yang digariskan oleh pemerintah.

“SMA TN juga memberi pendidikan wawasan kebangsaan, kejuangan, dan kebudayaan,” imbuhnya.

Dari seminar itu juga untuk melakukan pembenahan internal SMA TN. Yakni dengan menerima masukan dari para pakar. Untuk kegiatan tersebut sengaja mengundang SMA unggulan dari provinsi lain dengan harapan mereka nanti bisa melakukan di daerahnya.

Dengan demikian pendidikan karakter bukan hanya dilaksanakan di SMA TN. Tetapi bisa dilakukan di pendidikan setingkat SMA di seluruh Indonesia.

Kini jumlah siswa kelas 1-3 di sekolah tersebut sebanyak 1.095 anak, masing-masing angkatan 360 anak. Terkait pendidikan karakter salah satu pelajar kelas XII IPAVI SMA TN, Adyan Pamungkas mengatakan, orang bersekolah tidak cukup pintar tetapi butuh pendidikan karakter.

”Banyak pejabat pintar tetapi karakternya kurang baik,” katanya.

 

Siedoo/HumasSMATN/NSK

Apa Tanggapan Anda ?