Mendikbud menyerahkan bantuan TIK secara simbolis. foto: kemdikbud.go.id

Nasional

Bantuan TIK untuk Sekolah 3T Disalurkan 10 Region


JAKARTA – Daerah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T) selalu mendapat perhatian khusus dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Kali ini melalui Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom) memberikan bantuan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) 2018 ke daerah tersebut.

Pendistribusian bantuan diselenggerakan di 10 region:

  1. Jakarta
  2. Medan
  3. Mataram
  4. Kupang
  5. Pontianak
  6. Makassar
  7. Ambon
  8. Ternate
  9. Manokwari
  10. Jayapura

Untuk region Jakarta, Kemendikbud menyerahkan bantuan kepada 82 sekolah 3T dari target 518 sekolah pada tahun 2018.

Sekolah penerima bantuan tersebut, sebelumnya telah menerima bantuan internet melalui program Universal Service Obligation (USO) yang merupakan hasil kerja sama Kemendikbud dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemeninfo).

“Kemendikbud bertekad akan membangun pendidikan di sekolah daerah 3T melalui pemanfaatan media pembelajaran berbasis daring, pemberian perangkat TIK, dan memberikan pelatihan bagi guru yang mengajar di daerah tersebut,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy dalam rilisnya.

Penyerahan bantuan TIK bagi sekolah 3T dilangsungkan di kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Jumat (21/09/2018). Ditambahkan bahwa, pada tahun 2019 pemerintah menargetkan sebanyak 4.000 sekolah telah terpapar jaringan internet untuk kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Ditandaskan, pada tahun 2015 – 2018, jumlah sekolah yang telah menerima bantuan akses internet melalui USO sebanyak 1.472, tapi ini masih jauh dari cukup.

“Saya minta Pak Sekjen bersama rektor, tahun depan bantuannya dilipatgandakan,” harap Muhadjir.

Disamping itu, Mendikbud berharap sekolah-sekolah yang menerima bantuan perangkat TIK dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Termasuk untuk mengembangkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan.

“Guru tidak boleh berhenti untuk belajar, harus terus menerus belajar. Kalau tidak bisa nanti disalip oleh anak didik kita yang sekarang keingintahuan peserta didik semakin tinggi sekali,” tambahnya.

Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Didik Suhardi, menyampaikan, Kemendikbud terus melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah agar perangkat yang diberikan ini dapat digunakan dengan sebaik-baiknya. Sehingga, pemerataan pendidikan yang berkualitas dapat terwujud.

“Daerah perkotaan, daerah pedesaan, daerah yang tersulit di Indonesia, harapan kita kualitasnya tidak ada bedanya. Jadi semuanya membanggakan,” kata Didik.

Selain empat laptop, bantuan juga untuk layanan aplikasi pembelajaran Rumah Belajar (belajar.kemendikbud.go.id) secara daring dan luring.

Kemendikbud juga memberikan perangkat router dan LCD projector, serta hardisk eksternal yang telah dilengkapi dengan konten-konten pembelajaran yang dapat disebarluaskan kepada siswa, guru ataupun sekolah di sekitarnya.

Selain penyerahan bantuan perangkat TIK, kegiatan ini juga sekaligus memberikan bimbingan teknis tentang cara pemanfaatan perangkat yang diberikan.

“Diharapkan guru-guru perwakilan sekolah 3T tersebut dapat menerapkan pembelajaran berbasis TIK secara optimal di sekolah masing-masing.  Sehingga, tujuan Kemendikbud untuk menciptakan pembelajaran inovatif yang merata akan dapat tercapai,” bebernya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?