Daerah

Damkar Mini, Solusi dari Akademisi

SURABAYA - Ketika terjadi bencana, muncul suatu keresahan dari warga terkait insiden kebakaran di wilayah perkotaan. Keresahan itu timbul karena mobil damkar dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jawa Timur akan sangat kesusahan melewati wilayah kampung-kampung. Karena memang kondisinya didominasi dengan jalan-jalan sempit.

Dengan kondisi demikian, tercetuslah ide bersama untuk membuat pemadam kebakaran (damkar) mini. Damkar mini ini dilengkapi dengan tangki air berkapasitas 700 liter dan selang air dengan panjang 30 meter.

Tersedia juga pompa air dan empat katup yang berfungsi menyedot air dari sumber air dan menyemprotkannya. Serta sudah dilengkapi dengan nozzle yang mampu menyemprotkan air sepanjang 10 meter ke depan dan 6 meter jika selang diarahkan ke atas.

Inovasi ini merupakan buah pikir dari Departemen Teknik Kelautan (DTK) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya melalui program pengabdian masyarakat. ITS menghibahkan sebuah kendaraan pemadam kebakaran mini kepada Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Margorejo, Kecamatan Wonocolo, Surabaya. Damkar Mini tersebut resmi diserahkan kepada pihak LPMK Margorejo di gedung DTK ITS, Rabu (19/9/2018).

Rudi Walujo Prastianto yang merupakan ketua dari program pengabdian masyarakat sekaligus Kepala Departemen Teknik Kelautan ITS berharap, damkar mini ini juga bisa menjadi sebuah pilot project. Sehingga ketika mengetahui manfaat dan kegunaan damkar mini ini, kelurahan atau wilayah lain di Surabaya bisa mengikuti membuatnya.

"Karena di Surabaya juga banyak daerah padat yang tidak bisa dilalui mobil damkar besar," katanya.

Pihaknya melihat respon dahulu dari warga, kalau dirasa bermanfaat, dari kelurahan akan diketahui oleh kecamatan. Begitu seterusnya hingga sampai jajaran atas Pemkot Surabaya.

"Istilahnya getok tular (kabar bersambung, red). Sehingga adanya damkar mini ini nantinya juga bisa didengar oleh pihak Pemkot Surabaya," ujarnya.

Tim program pengabdian masyarakat DTK ITS yang merealisasikan adanya damkar mini ini adalah Dr Eng Rudi Walujo Prastianto ST MT selaku ketua bersama tiga anggota lainnya yang terdiri dari Nur Syahroni ST MT PhD, Yoyok Setyo Hadiwidodo ST MT PhD, dan Sholihin ST MT.

Alhamdulillah, kita (DTK ITS, red) bisa mewujudkan pembuatan damkar mini ini untuk masyarakat di Kelurahan Margorejo dengan menggunakan dana departemen yang memang setiap tahunnya sudah dialokasikan untuk program pengabdian masyarakat," kata Nur Syahroni.

Pria yang akrab disapa Roni tersebut menjelaskan, dengan spesifikasi tersebut, paling tidak dapat menjadi pertolongan pertama pada kebakaran di area kecil di kampung-kampung. "Sehingga ada jeda waktu untuk menghubungi damkar dari pemkot (Surabaya)," kata dosen di Departemen Teknik Kelautan ITS itu.

Sementara itu, Ketua LPMK Margorejo Umam menyampaikan, banyak terima kasih pada ITS terutama Departemen Teknik Kelautan yang telah mendengar aspirasi warga Kelurahan Margorejo. Ini sangat bermanfaat sekali bagi masyarakat.

"Tapi saya juga tidak berharap adanya kejadian yang signifikan seperti kebakaran terjadi," ungkapnya.

Damkar mini ini nantinya akan ditaruh di Kelurahan Margorejo. Selain untuk mengantisipasi adanya kebakaran, damkar juga dapat dimanfaatkan sebagai kendaraan untuk menyirami taman-taman kecil yang ada di sekitar Kelurahan Margorejo. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?